<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6626502445833622631</id><updated>2011-04-21T19:56:29.679-07:00</updated><category term='Contact Us'/><category term='PCR NEWS'/><category term='Sistem Komunikasi Analog'/><category term='Profil Pengajar TELKOM'/><category term='CDMA'/><category term='HIMATEL NEWS'/><title type='text'>Welcome To HIMATEL's SITE Politeknik Caltex Riau</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://himatelpcr.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6626502445833622631/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himatelpcr.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>HIMATEL AREA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11444130533225302160</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://bp0.blogger.com/_0XBkSTHyhXE/SGcdmD4zfDI/AAAAAAAAAFI/VkM0v0qsmPM/S220/telkom.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>19</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6626502445833622631.post-2451243528817536884</id><published>2008-07-19T09:28:00.001-07:00</published><updated>2008-07-19T17:35:27.537-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HIMATEL NEWS'/><title type='text'>Teknologi Analog diambang Kepunahan</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;NEW YORK – Pemerintah AS menetapkan layanan telepon seluler analog              berakhir pada Februari. Setengah juta pengguna kendaraan keluaran              General Motor padahal diimbuhi telepon jenis ini. Juga ada layanan              darurat OnStar yang akan terkecoh, jumlahnya mencapai satu juta              pelanggan, dan beberapa juta lainnya yang masih menggunakan              teknologi ini.&lt;br /&gt;           Ketua Komisi Komunikasi Federal Kevin Martin merekomendasikan badan              regulator komunikasi AS untuk menolak petisi perusahaan alarm agar              pengubahan dari analog ke digital ditunda. Ini karena sudah sejak              lima tahun lalu rencana ini telah dibeberkan. Namun keputusan ini              belum final karena masih harus melalui pemungutan suara pada anggota              komisi.&lt;br /&gt; &lt;span id="fullpost"&gt;     Komisi Komunikasi Federal (FCC) sudah menganjurkan agar jaringan              analog diganti sejak 2002 agar 2008 semua sudah digital. Menurut              AT&amp;amp;T dan Verizon, dua raksasa komunikasi nasional AS yang              menggunakan sistem analog menyatakan pelanggan mereka bersama              sekitar satu juta. Mereka mengakui biaya mempertahankan sistem              analog ini selama dua tahun akan memakan jutaan dolar AS.&lt;br /&gt;           Namun bagi setengah juta pemilik kendaraan keluaran 2002 dari GM,              ini sangat mengganggu. Sistem mereka tidak bisa di-upgrade menjadi              digital karena terkait dengan sistem elektronik kendaraan mereka.           &lt;br /&gt;           Pasalnya, yang paling merepotkan adalah layanan dari OnStar yang              mereka gunakan selain untuk telepon juga untuk layanan kedaruratan,              pengunci kendaraan jarak jauh, dan pemeriksaan kendaraan.&lt;br /&gt;           GM sendiri sebagai kompensasi menawarkan tambahan dua tahun layanan              bebas bea. Namun tetap ada yang kecewa karena layanan kedaruratan              yang tidak lagi bekerja, bahkan ada pelanggan yang akan melakukan              class action terhadap GM.&lt;br /&gt;           Sekitar 135.000 pelanggan alarm menggunakan teknologi ini dan              kesemuanya harus diganti. Sementara itu, ada sejuta sisanya yang              menggunakan teknologi ini sebagai pendukung dengan sistem utama              adalah analog yang melalui kabel. Masalahnya teknologi alarm digital              tidak tersedia sampai beberapa bulan lalu, hingga kini perusahaan              jasa alarm seperti ADT tergesa-gesa mengganti sistem.&lt;br /&gt;           Juga ada kawasan pedesaan di AS yang sepenuhnya hanya menggunakan              telepon seluler analog. Penghentian ini berarti daerah itu akan              terputus komunikasi telepon selulernya. Pengguna pengeras suara              untuk yang pendengaran kurang, sistem digital menimbulkan dengung              pada alat mereka. (ant/reuters)&lt;br /&gt;           &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6626502445833622631-2451243528817536884?l=himatelpcr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himatelpcr.blogspot.com/feeds/2451243528817536884/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://himatelpcr.blogspot.com/2008/07/teknologi-analog-diambang-kepunahan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6626502445833622631/posts/default/2451243528817536884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6626502445833622631/posts/default/2451243528817536884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himatelpcr.blogspot.com/2008/07/teknologi-analog-diambang-kepunahan.html' title='Teknologi Analog diambang Kepunahan'/><author><name>HIMATEL AREA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11444130533225302160</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://bp0.blogger.com/_0XBkSTHyhXE/SGcdmD4zfDI/AAAAAAAAAFI/VkM0v0qsmPM/S220/telkom.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6626502445833622631.post-4508455900812040709</id><published>2008-07-19T09:26:00.001-07:00</published><updated>2008-07-19T17:36:16.383-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HIMATEL NEWS'/><title type='text'>Era Komunikasi Modern</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; Komunikasi Pada Masa Modern Ada beberapa konsep dasar di dalam materi kali ini. Sebuah sistem komunikasi&lt;br /&gt;adalah salah satu di antaranya, dimana sistem ini menyediakan informasi dalam bentuk sinyal yang bisa diubah ke&lt;br /&gt;bentuk lain. Namun pada hakekatnya pengertian sistem komunikasi adalah sangat luas, dimana di dalamnya termaktub&lt;br /&gt;unsur peralatan komunikasi yang kita gunakan, aplikasinya, dan implikasi-implikasi atau akibat yang timbul dari masa&lt;br /&gt;produksinya, manipulasi, dan pertukaran informasi-informasi yang penting. Informasi sering diartikan sebagai kumpulan&lt;br /&gt;dari simbol-simbol yang ketika digabungkan akan menyampaikan sebuah pesan tertentu. Implikasi dari luasnya&lt;br /&gt;dampak revolusi komunikasi antara lain dapat dilihat pada pesatnya pertumbuhan nilai ketergantungan masyarakat&lt;br /&gt;terhadap teknologi, informasi, dan masyarakat, serta secara tidak langsung telah menciptakan kelas-kelas sosial di&lt;br /&gt;dunia. PENDEKATAN SISTEM: GETARAN ELEKTROMAGNETIK DAN BIOMETRIK Getaran elektromagnetik&lt;br /&gt;merupakan suatu produk (hasil) dari terjadinya ledakan nuklir. Para ilmuwan telah membuktikannya melalui melalui tes&lt;br /&gt;senjata. Sedangkan sistem biometrik yang didefinisikan sebagai pengenalan otomatis atas seseorang berdasarkan ciri&lt;br /&gt;fisiologis, misalnya diaplikasikan dalam mesin yang menggunakan sensor jari ataupun sistem pengenalan suara. Salah&lt;br /&gt;satu tujuan dari sistem biometrik adalah untuk menguji identitas seseorang tanpa perlu menggunakan password.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Dampak yang muncul dari sudut pandang teknologi adalah bahwa penggunaan getaran elegtromagnetik dan sistem&lt;br /&gt;biometrik memerlukan berbagai macam teknologi dan peralatan. Namun jika melihat dampak secara yang&lt;br /&gt;ditimbulkannya, adalah bahwa pengembangan teknologi dapat membantu mempermudah proses hukum. Sebagai&lt;br /&gt;contoh, sistem biometrik dapat membantu mengidentifikasi pelaku tindak kejahatan.Secara etis dan politis, sistem&lt;br /&gt;biometrik dapat melacak gerak gerik seseorang dari satu tepat ke tempat lain sepanjang waktu, dan ini dinilai tidak etis&lt;br /&gt;bagi privasi seseorang. Dasar Teknis dari Komunikasi Modern Transducer adalah sebuah alat yang dapat&lt;br /&gt;mengubah bentuk suatu energi menjadi bentuk energi yang lain. Misalnya saat kita berbicara dengan mikrofon, mikrofon&lt;br /&gt;tersebut mengubah suara kita menjadi energi listrik, dan lalu mengubahnya menjadi sinyal-sinyal listrik. Ada dua&lt;br /&gt;karakteristik utama dari sebuah sinyal, yakni frekuensi dan amplitudo. Amplitudo merupakan berat dari gelombang,&lt;br /&gt;sedangkan frekuensi dapat didefinisikan sebagai jumlah gelombang yang melewati satu titik dalam rentang waktu satu&lt;br /&gt;detik. Frekuensi biasa dinyatakan dalam Hertz (Hz). Di dalam pembahasannya lebih lanjut, dikenal pula istilah modulasi,&lt;br /&gt;bandwidth dan noise. Modulasi sering dihubungkan dengan sistem komunikasi yang saat ini cukup familiar dengan kita,&lt;br /&gt;termasuk stasiun radio baik FM maupun AM, dimana modulasi sendiri didefinisikan sebagai proses dari suatu informasi&lt;br /&gt;yang mempengaruhi gelombang untuk transmisi. Sejalan dengan makin besarnya frekuensi dari suatu gelombang,&lt;br /&gt;maka semakin besar pula kapasitas bandwidth yang dibutuhkan guna membawa informasi. Sinyal yang ada harus&lt;br /&gt;disampaikan pada saluran yang cukup besar untuk mengakomodiasi volum informasi yang lebih besar. Selama proses&lt;br /&gt;pertukaran informasi berlangsung, sangat mungkin terjadi noise, yakni gangguan yang dapat menghambat penyampaian&lt;br /&gt;pesan, yang bisa sangat mempengaruhi kualitas transimi. Selanjutnya, akan dikenal spektrum elegtromagnetik, yakni&lt;br /&gt;keseluruhan kumpulan frekuensi elektromagnetik, mulai dari gelombang radio hingga sinar-X. Teknologi digital zaman&lt;br /&gt;sekarang telah memenuhi proses perkembangan dari garis komunikasi baru, teknik manipulasi informasi, dan&lt;br /&gt;pelengkapnya. Selain digital, tentu kita juga mengenal sinyal analog. Sebagimana disebutkan oleh Simon Haykin dalam&lt;br /&gt;bukunya Communication System, menyatakan bahwa sinyal analog muncul ketika gelombang suara atau cahaya telah&lt;br /&gt;diubah dalam bentuk sinyal listrik. Sebaliknya, sinyal digital menghadirkan informasi dengan tidak berkelanjutan atau&lt;br /&gt;secara terus menerus. Keuntungan tersendiri yang mungkin didapat dari sistem komunikasi digital antara lain&lt;br /&gt;penyesuaian komputer. Komputer dapat memproses sinyal dan Komputer memiliki kemampuan untuk memanipulasi&lt;br /&gt;kode informasi digital. Selain itu, sistem digital maupun analog dapat menerima banyak sinyal dalam satu garis&lt;br /&gt;komunikasi. Namun adapula kerugian yang didapat dari sistem komunikasi digital, misalnya sistem digital tentu dapat&lt;br /&gt;saja melakukan kesalahan dalam menghadirkan sinyal analog. Selain itu sistem komunikasi analog sudah lebih dahulu&lt;br /&gt;menjadi standar kebutuhan masyarakat terkait dengan teknologi. Perkembangan infrastruktur teknologi akan memebri&lt;br /&gt;dampak yang bersifat krusial, karena informasi adalah komoditi, dimana semua orang membutuhkannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6626502445833622631-4508455900812040709?l=himatelpcr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himatelpcr.blogspot.com/feeds/4508455900812040709/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://himatelpcr.blogspot.com/2008/07/era-komunikasi-modern.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6626502445833622631/posts/default/4508455900812040709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6626502445833622631/posts/default/4508455900812040709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himatelpcr.blogspot.com/2008/07/era-komunikasi-modern.html' title='Era Komunikasi Modern'/><author><name>HIMATEL AREA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11444130533225302160</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://bp0.blogger.com/_0XBkSTHyhXE/SGcdmD4zfDI/AAAAAAAAAFI/VkM0v0qsmPM/S220/telkom.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6626502445833622631.post-8218599741434857028</id><published>2008-07-19T09:24:00.000-07:00</published><updated>2008-07-19T09:25:57.040-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HIMATEL NEWS'/><title type='text'>Teknologi Serat Optik</title><content type='html'>2. Sejarah Perkembangan Teknologi Serat Optik&lt;br /&gt;Pada tahun 1880 Alexander Graham Bell menciptakan sebuah sistem komunikasi cahaya&lt;br /&gt;yang disebut photo-phone dengan menggunakan cahaya matahari yang dipantulkan dari&lt;br /&gt;sebuah cermin suara-termodulasi tipis untuk membawa percakapan, pada penerima&lt;br /&gt;cahaya matahari termodulasi mengenai sebuah foto-kondukting sel-selenium, yang&lt;br /&gt;merubahnya menjadi arus listrik, sebuah penerima telepon melengkapi sistem. Photophone&lt;br /&gt;tidak pernah mencapai sukses komersial, walaupun sistem tersebut bekerja cukup&lt;br /&gt;baik.&lt;br /&gt;Penerobosan besar yang membawa pada teknologi komunikasi serat optik dengan&lt;br /&gt;kapasitas tinggi adalah penemuan Laser pada tahun 1960, namun pada tahun tersebut&lt;br /&gt;kunci utama di dalam sistem serat praktis belum ditemukan yaitu serat yang efisien. Baru&lt;br /&gt;pada tahun 1970 serat dengan loss yang rendah dikembangkan dan komunikasi serat&lt;br /&gt;optik menjadi praktis (Serat optik yang digunakan berbentuk silinder seperti kawat pada&lt;br /&gt;umumnya, terdiri dari inti serat (core) yang dibungkus oleh kulit (cladding) dan&lt;br /&gt;keduanya dilindungi oleh jaket pelindung (buffer coating)). Ini terjadi hanya 100 tahun&lt;br /&gt;setelah John Tyndall, seorang fisikawan Inggris, mendemonstrasikan kepada Royal&lt;br /&gt;Society bahwa cahaya dapat dipandu sepanjang kurva aliran air. Dipandunya cahaya oleh&lt;br /&gt;sebuah serat optik dan oleh aliran air adalah peristiwa dari fenomena yang sama yaitu&lt;br /&gt;total internal reflection.&lt;br /&gt;Teknologi serat optik selalu berhadapan dengan masalah bagaimana caranya agar lebih&lt;br /&gt;banyak informasi yang dapat dibawa, lebih cepat dan lebih jauh penyampaiannya dengan&lt;br /&gt;tingkat kesalahan yang sekecil-kecilnya. Informasi yang dibawa berupa sinyal digital,&lt;br /&gt;digunakan besaran kapasitas transmisi diukur dalam 1 Gb.km/s yang artinya 1 milyar&lt;br /&gt;bit dapat disampaikan tiap detik melalui jarak 1 km. Berikut adalah beberapa tahap&lt;br /&gt;sejarah perkembangan teknologi serat optik :&lt;br /&gt;• Generasi Petama ( mulai tahun 1970)&lt;br /&gt;- Sistem masih sederhana dan menjadi dasar bagi sistem generasi berikutnya terdiri&lt;br /&gt;dari :&lt;br /&gt;􀂃 Encoding : Mengubah input (misal suara) menjadi sinyal listrik.&lt;br /&gt;􀂃 Transmitter : Mengubah sinyal listrik menjadi gelombang cahaya&lt;br /&gt;termodulasi, berupa LED dengan panjang gelombang 0,87 μm.&lt;br /&gt;􀂃 Serat Silika : Sebagai pengantar gelombang cahaya.&lt;br /&gt;􀂃 Repeater : Sebagai penguat gelombang cahaya yang melemah di jalan&lt;br /&gt;􀂃 Receiver : Mengubah gelombang cahaya termodulasi menjadi sinyal listrik,&lt;br /&gt;berupa foto-detektor&lt;br /&gt;􀂃 Decoding : Mengubah sinyal listrik menjadi ouput (misal suara)&lt;br /&gt;- Repeater bekerja dengan merubah gelombang cahaya menjadi sinyal listrik&lt;br /&gt;kemudian diperkuat secara elektronik dan diubah kembali menjadi gelombang&lt;br /&gt;cahaya.&lt;br /&gt;- Pada tahun 1978 dapat mencapai kapasitas transmisi 10 Gb.km/s.&lt;br /&gt;• Generasi Ke- Dua ( mulai tahun 1981)&lt;br /&gt;- Untuk mengurangi efek dispersi, ukuran inti serat diperkecil.&lt;br /&gt;- Indeks bias kulit dibuat sedekat-dekatnya dengan indeks bias inti.&lt;br /&gt;- Menggunakan diode laser, panjang gelombang yang dipancarkan 1,3 μm.&lt;br /&gt;- Kapasitas transmisi menjadi 100 Gb.km/s.&lt;br /&gt;• Generasi Ke- Tiga ( mulai tahun 1982)&lt;br /&gt;- Penyempurnaan pembuatan serat silika.&lt;br /&gt;- Pembuatan chip diode laser berpanjang gelombang 1,55 μm.&lt;br /&gt;- Kemurniaan bahan silika ditingkatkan sehingga transparansinya dapat dibuat&lt;br /&gt;untuk panjang gelombang sekitar 1,2 μm sampai 1,6 μm&lt;br /&gt;- Kapasitas transmisi menjadi beberapa ratus Gb.km/s.&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;• Generasi Ke- Empat ( mulai tahun 1984)&lt;br /&gt;- Dimulainya riset dan pengembangan sistem koheren, modulasinya bukan&lt;br /&gt;modulasi intensitas melainkan modulasi frekuensi, sehingga sinyal yang sudah&lt;br /&gt;lemah intensitasnya masih dapat dideteksi, maka jarak yang dapat ditempuh, juga&lt;br /&gt;kapasitas transmisinya, ikut membesar.&lt;br /&gt;- Pada tahun 1984 kapasitasnya sudah dapat menyamai kapasitas sistem deteksi&lt;br /&gt;langsung (modulasi intensitas).&lt;br /&gt;- Terhambat perkembangannya karena teknologi piranti sumber dan deteksi&lt;br /&gt;modulasi frekuensi masih jauh tertinggal.&lt;br /&gt;• Generasi Ke- Lima ( mulai tahun 1989)&lt;br /&gt;- Dikembangkan suatu penguat optik yang menggantikan fungsi repeater pada&lt;br /&gt;generasi-generasi sebelumnya.&lt;br /&gt;- Pada awal pengembangannya kapasitas transmisi hanya dicapai 400 Gb.km/s&lt;br /&gt;tetapi setahun kemudian kapasitas transmisinya sudah menembus 50.000&lt;br /&gt;Gb.km/s !&lt;br /&gt;• Generasi Ke- Enam ?&lt;br /&gt;- Pada tahun 1988 Linn F. Mollenauer mempelopori sistem komunikasi optik&lt;br /&gt;soliton. Soliton adalah pulsa gelombang yang terdiri dari banyak komponen&lt;br /&gt;panjang gelombang yang berbeda hanya sedikit dan juga bervariasi dalam&lt;br /&gt;intensitasnya.&lt;br /&gt;- Panjang soliton hanya 10-12 detik dan dapat dibagi menjadi beberapa komponen&lt;br /&gt;yang saling berdekatan, sehingga sinyal-sinyal yang berupa soliton merupakan&lt;br /&gt;informasi yang terdiri dari beberapa saluran sekaligus (wavelength division&lt;br /&gt;multiplexing).&lt;br /&gt;- Eksprimen menunjukkan bahwa soliton minimal dapat membawa 5 saluran yang&lt;br /&gt;masing-masing membawa informasi dengan laju 5 Gb/s. Kapasitas transmisi&lt;br /&gt;yang telah diuji mencapai 35.000 Gb.km/s.&lt;br /&gt;- Cara kerja sistem soliton ini adalah efek Kerr, yaitu sinar-sinar yang panjang&lt;br /&gt;gelombangnya sama akan merambat dengan laju yang berbeda di dalam suatu&lt;br /&gt;bahan jika intensitasnya melebihi suatu harga batas. Efek ini kemudian&lt;br /&gt;digunakan untuk menetralisir efek dispersi, sehingga soliton tidak melebar pada&lt;br /&gt;waktu sampai di receiver. Hal ini sangat menguntungkan karena tingkat&lt;br /&gt;kesalahan yang ditimbulkannya amat kecil bahkan dapat diabaikan.&lt;br /&gt;3. Struktur Serat Optik dan Perambatan Cahaya pada Serat Optik&lt;br /&gt;• Struktur Dasar Sebuah Serat Optik&lt;br /&gt;Gambar (1) di bawah merupakan struktur dasar dari sebuah serat optik yang terdiri&lt;br /&gt;dari 3 bagian : core (inti), cladding (kulit), dan coating (mantel) atau buffer&lt;br /&gt;(pelindung). Inti adalah sebuah batang silinder terbuat dari bahan dielektrik (bahan&lt;br /&gt;silika (SiO2), biasanya diberi doping dengan germanium oksida (GeO2) atau fosfor&lt;br /&gt;penta oksida (P2O5) untuk menaikan indeks biasnya) yang tidak menghantarkan listrik,&lt;br /&gt;inti ini memiliki jari-jari a, besarnya sekitar 8 – 200 μm dan indeks bias n1, besarnya&lt;br /&gt;sekitar1,5. Inti di selubungi oleh lapisan material, disebut kulit, yang terbuat dari&lt;br /&gt;bahan dielektrik (silika tanpa atau sedikit doping), kulit memiliki jari-jari sekitar 125 –&lt;br /&gt;400 μm indeks bias-nya n2, besarnya sedikit lebih rendah dari n1.&lt;br /&gt;Gambar (1)&lt;br /&gt;Walaupun cahaya merambat sepanjang inti serat tanpa lapisan material kulit,&lt;br /&gt;namun kulit memiliki beberapa fungsi :&lt;br /&gt;- Mengurangi cahaya yang loss dari inti ke udara sekitar.&lt;br /&gt;- Mengurangi loss hamburan pada permukaan inti.&lt;br /&gt;- Melindungi serat dari kontaminasi penyerapan permukaan.&lt;br /&gt;- Menambah kekuatan mekanis.&lt;br /&gt;Jika perbedaan indeks bias inti dan kulit dibuat drastis disebut serat optik Step Indeks&lt;br /&gt;(SI), selisih antara indek bias kulit dan inti disimbolkan dengan Δ dimana :&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;1 2&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;2 n&lt;br /&gt;n n&lt;br /&gt;n&lt;br /&gt;n n −&lt;br /&gt;≈&lt;br /&gt;−&lt;br /&gt;Δ = …………………………………….(1)&lt;br /&gt;Sedangkan jika perbedaan indek bias inti dan kulit dibuat secara perlahan-lahan&lt;br /&gt;disebut Graded Indeks (GI), bagaimana turunnya indeks bias dari inti ke kulit&lt;br /&gt;ditentukan oleh indeks profile, α.&lt;br /&gt;Indeks bias&lt;br /&gt;Jari-Jari&lt;br /&gt;n1&lt;br /&gt;n2&lt;br /&gt;-a a&lt;br /&gt;Indeks bias&lt;br /&gt;Jari-Jari&lt;br /&gt;n1&lt;br /&gt;n2&lt;br /&gt;-a a&lt;br /&gt;Step Indeks Graded Indeks&lt;br /&gt;α = ∞ α = 2&lt;br /&gt;Gambar (2)&lt;br /&gt;Untuk pelindungan tambahan, kulit dibungkus oleh lapisan tambahan (terbuat dari&lt;br /&gt;plastik jenis tertentu) yaitu mantel atau buffer untuk melindungi serat optik dari&lt;br /&gt;kerusakan fisik. Buffer bersifat elastis, mencegah abrasi dan mencegah loss hamburan&lt;br /&gt;akibat microbends.&lt;br /&gt;• Perambatan Cahaya Di Dalam Serat Optik&lt;br /&gt;Konsep perambatan cahaya di dalam serat optik, dapat ditinjau dengan dua&lt;br /&gt;pendekatan/teori yaitu optik geometrik dimana cahaya dipandang sebagai sinar yang&lt;br /&gt;memenuhi hukum-hukum geometrik cahaya (pemantulan dan pembiasan) dan optik&lt;br /&gt;fisis dimana cahaya dipandang sebagai gelombang elektro-magnetik (teori mode).&lt;br /&gt;􀂃 Tinjauan Optik Geometrik&lt;br /&gt;- Memberikan gambaran yang jelas dari perambatan cahaya sepanjang serat optik.&lt;br /&gt;- Dua tipe sinar dapat merambat sepanjang serat optik yaitu sinar meridian dimana&lt;br /&gt;sinar merambat memotong sumbu serat optik dan skew ray dimana sinar&lt;br /&gt;merambat tidak melalui sumbu serat optik.&lt;br /&gt;- Sinar-sinar Meridian dapat diklasifikasikan menjadi bound dan unbound rays,&lt;br /&gt;lihat gambar (3).&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;Gambar (3)&lt;br /&gt;Pada gambar (3), serat optik adalah jenis step indeks, dimana indeks bias, n1,&lt;br /&gt;lebih besar dari indek bias kulit, n2, Unbound rays dibiaskan keluar dari inti,&lt;br /&gt;sedangkan bound rays akan terus menerus dipantulkan dan merambat sepanjang&lt;br /&gt;inti, dianggap permukaan batas antara inti dan kulit sempurna/ideal (namun&lt;br /&gt;akibat ketidak-sempurnaan ketidak-sempurnaan permukaan batas antara inti dan&lt;br /&gt;4kulit maka akhirnya sinar akan keluar dari serat). Secara umum sinar-sinar&lt;br /&gt;meridian (mengikuti hukum pemantulan dan pembiasan).&lt;br /&gt;- Bound rays di dalam serat optik disebabkan oleh pemantulan sempurna, dimana&lt;br /&gt;agar peristiwa ini terjadi maka sinar yang memasuki serat harus memotong&lt;br /&gt;perbatasan inti - kulit dengan sudut lebih besar dari sudut kritis, θc, sehingga&lt;br /&gt;sinar dapat merambat sepanjang serat.&lt;br /&gt;- Lihat gambar (4) di bawah ini :&lt;br /&gt;Gambar (4)&lt;br /&gt;Sudut θa adalah sudut maksimum sinar yang memasuki serat agar sinar dapat&lt;br /&gt;tetap merambat sepanjang serat (dipandu), sudut ini disebut sudut tangkap&lt;br /&gt;(acceptance angle). Lihat gambar (5) di bawah ini :&lt;br /&gt;Gambar (5)&lt;br /&gt;Numerical aperture (NA) adalah ukuran kemampuan sebuah serat untuk&lt;br /&gt;menangkap cahaya, juga dipakai untuk mendefenisikan acceptance cone dari&lt;br /&gt;sebuah serat optik. Dengan menggunakan hukum Snellius NA dari serat adalah :&lt;br /&gt;…………………………(2)&lt;br /&gt;Karena medium dimana tempat cahaya memasuki serat umumnya adalah udara&lt;br /&gt;maka n0 = 1 sehingga NA = sin θa. NA digunakan untuk mengukur source-tofiber&lt;br /&gt;power-coupling efficiencies, NA yang besar menyatakan source-to-fiber&lt;br /&gt;power-coupling efficiencies yang tinggi. Nilai NA biasanya sekitar 0,20 sampai&lt;br /&gt;0,29 untuk serat gelas, serat plastik memiliki NA yang lebih tinggi dapat&lt;br /&gt;melebihi 0,5.&lt;br /&gt;􀂃 Tinjauan Optik Fisis&lt;br /&gt;- Pendekatan cahaya sebagai sinar hanya menerangkan bagaimana arah dari&lt;br /&gt;sebuah gelombang datar merambat di dalam sebuah serat namun tidak meninjau&lt;br /&gt;sifat lain dari gelombang datar yaitu interferensi, dimana gelombang datar saling&lt;br /&gt;berinterferensi sepanjang perambatan, sehingga hanya tipe-tipe gelombang datar&lt;br /&gt;tertentu saja yang dapat merambat sepanjang serat. Maka diperlukan tinjauan&lt;br /&gt;optik fisis yaitu memandang cahaya sebagai gelombang elektromagnetik yang&lt;br /&gt;disebut teori moda.&lt;br /&gt;- Teori mode selain digunakan untuk menerangkan tipe-tipe gelombang datar yang&lt;br /&gt;dapat merambat sepanjang serat, juga untuk menerangkan sifat-sifat serat optik&lt;br /&gt;seperti absorpsi, attenuasi dan dispersi.&lt;br /&gt;- Mode adalah “konfigurasi perambatan cahaya di dalam serat optik yang&lt;br /&gt;memberikan distribusi medan listrik dalam transverse yang stabil (tidak berubah&lt;br /&gt;sepanjang perambatan cahaya dalam arah sumbu) sehingga cahaya dapat dipandu&lt;br /&gt;di dalam serat optik” ( Introduction To Optical Fiber Communication, Yasuharu&lt;br /&gt;Suematsu, Ken – Ichi Iga). Kumpulan gelombang-gelombang elektromagnetik&lt;br /&gt;yang terpandu di dalam serat optik disebut mode-mode.&lt;br /&gt;- Teori mode memandang cahaya sebagai sebuah gelombang datar yang&lt;br /&gt;dinyatakan dalam arah, amplitudo dan panjang gelombang dari perambatannya.&lt;br /&gt;Gelombang datar adalah sebuah gelombang yang permukaannya (dimana pada&lt;br /&gt;permukaan ini fase-nya konstan, disebut muka gelombang) adalah bidang datar&lt;br /&gt;tak berhingga tegak lurus dengan arah perambatan. Hubungan panjang&lt;br /&gt;gelombang, kecepatan rambat dan frekuensi gelombang dalam suatu medium :&lt;br /&gt;….………................................(3)&lt;br /&gt;c = kecepatan cahaya dalam ruang hampa = 3.108 m/det, f = frekuensi cahaya,&lt;br /&gt;n = indeks bias medium.&lt;br /&gt;- Consider the wavefront incident on the core of an optical fiber as shown in figure (6).&lt;br /&gt;Only those wavefronts incident on the fiber at angles less than or equal to the critical&lt;br /&gt;angle may propagate along the fiber. The wavefront undergoes a gradual phase change as&lt;br /&gt;it travels down the fiber. Phase changes also occur when the wavefront is reflected. The&lt;br /&gt;wavefront must remain in phase after the wavefront transverses the fiber twice and is&lt;br /&gt;reflected twice. The distance transversed is shown between point A and point B on figure&lt;br /&gt;(6). The reflected waves at point A and point B are in phase if the total amount of phase&lt;br /&gt;collected is an integer multiple of 2&amp;pi; radian. If propagating wavefronts are not in&lt;br /&gt;phase, they eventually disappear. Wavefronts disappear because of destructive&lt;br /&gt;interference. The wavefronts that are in phase interfere with the wavefronts that are out&lt;br /&gt;of phase. This interference is the reason why only a finite number of modes can&lt;br /&gt;propagate along the fiber.&lt;br /&gt;Figure (6) : Wavefront propagation along an optical fiber&lt;br /&gt;The plane waves repeat as they travel along the fiber axis. The direction the plane&lt;br /&gt;waves travel is assumed to be the z direction as shown in figure (6). The plane&lt;br /&gt;waves repeat at a distance equal to &amp;lambda;/sin&amp;Theta;. Plane waves also&lt;br /&gt;repeat at a periodic frequency &amp;beta; = 2&amp;pi; sin &amp;Theta;/&amp;lambda;. The&lt;br /&gt;quantity &amp;beta; is defined as the propagation constant along the fiber axis. As the&lt;br /&gt;wavelength (&amp;lambda;) changes, the value of the propagation constant must also&lt;br /&gt;change.&lt;br /&gt;For a given mode, a change in wavelength can prevent the mode from&lt;br /&gt;propagating along the fiber. The mode is no longer bound to the fiber. The mode&lt;br /&gt;is said to be cut off. Modes that are bound at one wavelength may not exist at&lt;br /&gt;longer wavelengths. The wavelength at which a mode ceases to be bound is&lt;br /&gt;called the cutoff wavelength for that mode. However, an optical fiber is always&lt;br /&gt;able to propagate at least one mode. This mode is referred to as the fundamental&lt;br /&gt;mode of the fiber. The fundamental mode can never be cut off.&lt;br /&gt;The wavelength that prevents the next higher mode from propagating is called&lt;br /&gt;the cutoff wavelength of the fiber. An optical fiber that operates above the cutoff&lt;br /&gt;wavelength (at a longer wavelength) is called a single mode fiber. An optical&lt;br /&gt;fiber that operates below the cutoff wavelength is called a multimode fiber.&lt;br /&gt;Single mode and multimode optical fibers are discussed later in this chapter.&lt;br /&gt;In a fiber, the propagation constant of a plane wave is a function of the wave's&lt;br /&gt;wavelength and mode. The change in the propagation constant for different&lt;br /&gt;waves is called dispersion. The change in the propagation constant for different&lt;br /&gt;wavelengths is called chromatic dispersion. The change in propagation constant&lt;br /&gt;for different modes is called modal dispersion.&lt;br /&gt;These dispersions cause the light pulse to spread as it goes down the fiber. Some&lt;br /&gt;dispersion occurs in all types of fibers.&lt;br /&gt;Figure (7) : The spreading of a light pulse.&lt;br /&gt;MODES. - A set of guided electromagnetic waves is called the modes of an&lt;br /&gt;optical fiber. Maxwell's equations describe electromagnetic waves or modes as&lt;br /&gt;having two components. The two components are the electric field, E(x, y, z),&lt;br /&gt;and the magnetic field, H(x, y, z). The electric field, E, and the magnetic field, H,&lt;br /&gt;are at right angles to each other. Modes traveling in an optical fiber are said to be&lt;br /&gt;transverse. The transverse modes, propagate along the axis of the fiber. The&lt;br /&gt;mode field patterns shown are said to be transverse electric (TE). In TE modes,&lt;br /&gt;the electric field is perpendicular to the direction of propagation.&lt;br /&gt;The magnetic field is in the direction of propagation. Another type of transverse&lt;br /&gt;mode is the transverse magnetic (TM) mode. TM modes are opposite to TE&lt;br /&gt;modes. In TM modes, the magnetic field is perpendicular to the direction of&lt;br /&gt;propagation. The electric field is in the direction of propagation.&lt;br /&gt;Figure (8) : Transverse electric (TE) mode field patterns.&lt;br /&gt;The TE mode field patterns indicate the order of each mode. The order of each&lt;br /&gt;mode is indicated by the number of field maxima within the core of the fiber. For&lt;br /&gt;example, TE0 has one field maxima. The electric field is a maximum at the center&lt;br /&gt;of the waveguide and decays toward the core-cladding boundary. TE0 is&lt;br /&gt;considered the fundamental mode or the lowest order standing wave. As the&lt;br /&gt;number of field maxima increases, the order of the mode is higher. Generally,&lt;br /&gt;modes with more than a few field maxima are referred to as high-order modes.&lt;br /&gt;The order of the mode is also determined by the angle the wavefront makes with&lt;br /&gt;the axis of the fiber.&lt;br /&gt;Figure (9) : Low-order and high-order modes.&lt;br /&gt;Figure (9) illustrates light rays as they travel down the fiber. These light rays&lt;br /&gt;indicate the direction of the wavefronts. High-order modes cross the axis of the&lt;br /&gt;fiber at steeper angles. Low-order and high-order modes are shown in figure (9).&lt;br /&gt;Notice that the modes are not confined to the core of the fiber. The modes extend&lt;br /&gt;partially into the cladding material. Low-order modes penetrate the cladding only&lt;br /&gt;slightly. In low-order modes, the electric and magnetic fields are concentrated&lt;br /&gt;near the center of the fiber. However, high-order modes penetrate further into the&lt;br /&gt;cladding material. In high-order modes, the electrical and magnetic fields are&lt;br /&gt;distributed more toward the outer edges of the fiber. This penetration of loworder&lt;br /&gt;and high-order modes into the cladding region indicates that some portion&lt;br /&gt;is refracted out of the core. The refracted modes may become trapped in the&lt;br /&gt;cladding due to the dimension of the cladding region. The modes trapped in the&lt;br /&gt;cladding region are called cladding modes. As the core and the cladding modes&lt;br /&gt;travel along the fiber, mode coupling occurs. Mode coupling is the exchange of&lt;br /&gt;power between two modes. Mode coupling to the cladding results in the loss of&lt;br /&gt;power from the core modes.&lt;br /&gt;For a mode to remain within the core, the mode must meet certain boundary&lt;br /&gt;conditions. A mode remains bound if the propagation constant &amp;beta; meets the&lt;br /&gt;following boundary condition:&lt;br /&gt;…………………………………………(4)&lt;br /&gt;where n1 and n2 are the index of refraction for the core and the cladding,&lt;br /&gt;respectively. When the propagation constant becomes smaller than&lt;br /&gt;2&amp;pi;n2/&amp;lambda;, power leaks out of the core and into the cladding. Generally,&lt;br /&gt;modes leaked into the cladding are lost in a few centimeters. However, leaky&lt;br /&gt;modes can carry a large amount of power in short fibers.&lt;br /&gt;NORMALIZED FREQUENCY. - Electromagnetic waves bound to an optical&lt;br /&gt;fiber are described by the fiber's normalized frequency. The normalized&lt;br /&gt;frequency determines how many modes a fiber can support. Normalized&lt;br /&gt;frequency is a dimensionless quantity.&lt;br /&gt;Normalized frequency is also related to the fiber's cutoff wavelength. Normalized&lt;br /&gt;frequency (V) is defined as:&lt;br /&gt;.………………………………………(5)&lt;br /&gt;where n1 is the core index of refraction, n2 is the cladding index of refraction, a is&lt;br /&gt;the core diameter, and &amp;lambda; is the wavelength of light in air.&lt;br /&gt;The number of modes that can exist in a fiber is a function of V. As the value of&lt;br /&gt;V increases, the number of modes supported by the fiber increases. Optical&lt;br /&gt;fibers, single mode and multimode, can support a different number of modes.&lt;br /&gt;- Optical Fiber Types&lt;br /&gt;Optical fibers are characterized by their structure and by their properties of&lt;br /&gt;transmission. Basically, optical fibers are classified into two types. The first type&lt;br /&gt;is single mode fibers. The second type is multimode fibers. As each name&lt;br /&gt;implies, optical fibers are classified by the number of modes that propagate along&lt;br /&gt;the fiber. As previously explained, the structure of the fiber can permit or restrict&lt;br /&gt;modes from propagating in a fiber. The basic structural difference is the core&lt;br /&gt;size. Single mode fibers are manufactured with the same materials as multimode&lt;br /&gt;fibers. Single mode fibers are also manufactured by following the same&lt;br /&gt;fabrication process as multimode fibers.&lt;br /&gt;􀂃 Single Mode Fibers&lt;br /&gt;The core size of single mode fibers is small. The core size (diameter) is typically&lt;br /&gt;around 8 to 10 micrometers. A fiber core of this size allows only the fundamental&lt;br /&gt;or lowest order mode to propagate around a 1300 nanometer (nm) wavelength.&lt;br /&gt;Single mode fibers propagate only one mode, because the core size approaches&lt;br /&gt;the operational wavelength. The value of the normalized frequency parameter&lt;br /&gt;(V) relates core size with mode propagation. In single mode fibers, V is less than&lt;br /&gt;or equal to 2.405. When V &amp;le; 2.405, single mode fibers propagate the&lt;br /&gt;fundamental mode down the fiber core, while high-order modes are lost in the&lt;br /&gt;cladding. For low V values (&amp;le;1.0), most of the power is propagated in the&lt;br /&gt;cladding material. Power transmitted by the cladding is easily lost at fiber bends.&lt;br /&gt;The value of V should remain near the 2.405 level.&lt;br /&gt;Single mode fibers have a lower signal loss and a higher information capacity&lt;br /&gt;(bandwidth) than multimode fibers. Single mode fibers are capable of&lt;br /&gt;transferring higher amounts of data due to low fiber dispersion. Basically,&lt;br /&gt;dispersion is the spreading of light as light propagates along a fiber. Dispersion&lt;br /&gt;mechanisms in single mode fibers are discussed in more detail later in this&lt;br /&gt;chapter. Signal loss depends on the operational wavelength (&amp;lambda;). In single&lt;br /&gt;mode fibers, the wavelength can increase or decrease the losses caused by fiber&lt;br /&gt;bending. Single mode fibers operating at wavelengths larger than the cutoff&lt;br /&gt;wavelength lose more power at fiber bends. They lose power because light&lt;br /&gt;radiates into the cladding, which is lost at fiber bends. In general, single mode&lt;br /&gt;fibers are considered to be low-loss fibers, which increase system bandwidth and&lt;br /&gt;length.&lt;br /&gt;􀂃 Multimode Fibers&lt;br /&gt;As their name implies, multimode fibers propagate more than one mode.&lt;br /&gt;Multimode fibers can propagate over 100 modes. The number of modes&lt;br /&gt;propagated depends on the core size and numerical aperture (NA). As the core&lt;br /&gt;size and NA increase, the number of modes increases. Typical values of fiber&lt;br /&gt;core size and NA are 50 to 100 &amp;mu;m and 0.20 to 0.29, respectively. A large&lt;br /&gt;core size and a higher NA have several advantages. Light is launched into a&lt;br /&gt;multimode fiber with more ease. The higher NA and the larger core size make it&lt;br /&gt;easier to make fiber connections. During fiber splicing, core-to-core alignment&lt;br /&gt;becomes less critical. Another advantage is that multimode fibers permit the use&lt;br /&gt;of light-emitting diodes (LEDs). Single mode fibers typically must use laser&lt;br /&gt;diodes. LEDs are cheaper, less complex, and last longer. LEDs are preferred for&lt;br /&gt;most applications.&lt;br /&gt;Multimode fibers also have some disadvantages. As the number of modes&lt;br /&gt;increases, the effect of modal dispersion increases. Modal dispersion (intermodal&lt;br /&gt;dispersion) means that modes arrive at the fiber end at slightly different times.&lt;br /&gt;This time difference causes the light pulse to spread. Modal dispersion affects&lt;br /&gt;system bandwidth. Fiber manufacturers adjust the core diameter, NA, and index&lt;br /&gt;profile properties of multimode fibers to maximize system bandwidth.&lt;br /&gt;4. Keuntungan Sistem Serat Optik&lt;br /&gt;Mengapa sistem serat optik dikatakan merevolusi dunia telekomunikiasi ? ini karena&lt;br /&gt;dibandingkan dengan sistem konvensional menggunakan kabel logam (tembaga) biasa,&lt;br /&gt;serat optik memiliki :&lt;br /&gt;• Less expensive – Beberapa mil kabel optik dapat dibuat lebih murah dari kabel&lt;br /&gt;tembaga dengan panjang yang sama.&lt;br /&gt;• Thinner – Serat optik dapat dibuat dengan diameter lebih kecil (ukuran diameter&lt;br /&gt;kulit dari serat sekitar 100 μm dan total diameter ditambah dengan jaket pelindung&lt;br /&gt;sekitar 1 – 2 mm) daripada kabel tembaga, dan juga karena serat optik membawa&lt;br /&gt;light (cahaya) maka tentunya memiliki light weight (berat yang ringan). Maka kabel&lt;br /&gt;serat optik mengambil tempat yang lebih kecil di dalam tanah.&lt;br /&gt;• Higher carrying capacity – Karena serat optik lebih tipis dari kabel tembaga maka&lt;br /&gt;kebanyakan serat optik dapat dibundel ke dalam sebuah kabel dengan diameter&lt;br /&gt;tertentu maka beberapa jalur telepon dapat berada pada kabel yang sama atau lebih&lt;br /&gt;banyak saluran televisi pada TV cable dapat melalui kabel. Serat optik juga memiliki&lt;br /&gt;bandwidth yang besar ( 1 dan 100 GHz, untuk multimode dan single-mode sepanjang&lt;br /&gt;1 Km).&lt;br /&gt;• Less signal degradation – Sinyal yang loss pada serat optik lebih kecil ( kurang dari&lt;br /&gt;1 dB/km pada rentang panjang gelombang yang lebar) dibandingkan dengan kabel&lt;br /&gt;tembaga.&lt;br /&gt;• Light signals – Tidak seperti sinyal listrik pada kabel tembaga, sinyal cahaya dari&lt;br /&gt;satu serat optik tidak berinterferensi dengan sinyal cahaya pada serat optik yang&lt;br /&gt;lainnya di dalam kabel yang sama, juga tidak ada interferensi elektromagnetik. Ini&lt;br /&gt;berarti meningkatkan kualitas percakapan telepon atau penerimaan TV. Juga tidak&lt;br /&gt;ada&lt;br /&gt;• Low Power – Karena sinyal pada serat optik mengalami loss yang rendah, transmitter&lt;br /&gt;dengan daya yang rendah dapat digunakan dibandingkan dengan sistem kabel&lt;br /&gt;tembaga yang membutuhkan tegangan listrik yang tinggi, hal ini jelas dapat&lt;br /&gt;mengurangi biaya yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;• Digital signals – Serat optik secara ideal cocok untuk membawa informasi digital&lt;br /&gt;dimana berguna secara khsusus pada jaringan komputer.&lt;br /&gt;• Non-flammable – Karena tidak ada arus listrik yang melalui serat optik, maka tidak&lt;br /&gt;ada resiko bahaya api.&lt;br /&gt;• Flexibile – Karena serat optik sangat fleksibel dan dapat mengirim dan menerima&lt;br /&gt;cahaya, maka digunakan pada kebanyakan kamera digital fleksibel untuk tujuan :&lt;br /&gt;􀂃 Medical Imaging – pada bronchoscopes, endoscopes, laparoscope,&lt;br /&gt;colonofiberscope (dapat dimasukkan ke dalam tubuh manusia (misal usus)&lt;br /&gt;sehingga citranya dapat dilihat langsung dari luar tubuh).&lt;br /&gt;􀂃 Mechanical imaging – memeriksa pengelasan didalam pipa dan mesin&lt;br /&gt;􀂃 Plumbing – memeriksa sewer lines&lt;br /&gt;5. Dasar Sistem Komunikasi Serat Optik&lt;br /&gt;Gambar (10) merupakan dasar sistem komunikasi terdiri dari sebuah transmitter, sebuah&lt;br /&gt;recevier, dan sebuah information channel. Pada transmitter informasi dihasilkan dan&lt;br /&gt;mengolahnya menjadi bentuk yang sesuai untuk di kirimkan sepanjang information&lt;br /&gt;channel, informasi ini berjalan dari transmitter ke receiver melalui information channel&lt;br /&gt;ini. Information channels dapat dibagi menjadi 2 kategori : Unguided channel dan&lt;br /&gt;Guided channel. Atmosphere adalah sebuah contoh Unguided channel, sistem yang&lt;br /&gt;menggunakan atmospheric channel adalah radio, televisi dan microwave relay links.&lt;br /&gt;Guided channels mencakup berbagai variasi struktur tranmisi konduksi, seperti two-wire&lt;br /&gt;line, coaxial cable, twisted–pair.&lt;br /&gt;Transmitter Information&lt;br /&gt;Channel&lt;br /&gt;Receiver&lt;br /&gt;Gambar (10)&lt;br /&gt;Gambar (11) merupakan blok diagaram sistem komunikasi serat optik secara umum,&lt;br /&gt;dimana fungsi-fungsi dari setiap bagian adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;• Message Origin&lt;br /&gt;- Message origin bisa berupa besaran fisik non-listrik (suara atau gambar),&lt;br /&gt;sehingga diperlukan transduser (sensor) yang merubah message dari bentuk&lt;br /&gt;non-listrik ke bentuk listrik.&lt;br /&gt;- Contoh yang umum adalah microphone merubah gelombang suara menjadi&lt;br /&gt;arus listrik dan Video cameras (CCD) merubah gambar menjadi arus listrik.&lt;br /&gt;• Modulator dan Carrier Source&lt;br /&gt;- Memiliki 2 fungsi utama, pertama merubah message elektrik ke dalam&lt;br /&gt;bentuk yang sesuai, kedua menumpangkan sinyal ini pada gelombang yang&lt;br /&gt;dibangkitkan oleh carrier source.&lt;br /&gt;- Format modulasi dapat dibedakan menjadi modulasi analog dan digital.&lt;br /&gt;- Pada modulasi digital untuk menumpangkan sinyal data digital pada&lt;br /&gt;gelombang carrier, modulator cukup hanya meng-on kan atau meng-off kan&lt;br /&gt;carrier source sesuai dengan sinyal data-nya.&lt;br /&gt;Message&lt;br /&gt;Origin&lt;br /&gt;Transmitter&lt;br /&gt;Information&lt;br /&gt;Fiber Fiber Channel&lt;br /&gt;Optical&lt;br /&gt;Amplifier&lt;br /&gt;Repeater&lt;br /&gt;Or Optical&lt;br /&gt;Amplifier&lt;br /&gt;Receiver&lt;br /&gt;Message&lt;br /&gt;Output&lt;br /&gt;Fiber&lt;br /&gt;Fiber&lt;br /&gt;Optical&lt;br /&gt;Amplifier&lt;br /&gt;Modulator Carrier&lt;br /&gt;Source&lt;br /&gt;Channel&lt;br /&gt;Coupler&lt;br /&gt;Detector Amplifier Processing&lt;br /&gt;Gambar (11)&lt;br /&gt;- Carrier sourc membangkitkankan gelombang cahaya dimana padanya&lt;br /&gt;informasi ditransmisikan, yang umum digunakan Laser Diode (LD) atau&lt;br /&gt;Light Emitting Diode (LED).&lt;br /&gt;t&lt;br /&gt;Optical Power&lt;br /&gt;Arus Listrik&lt;br /&gt;t&lt;br /&gt;Unmodulated signal&lt;br /&gt;Arus Listrik&lt;br /&gt;Optical Power&lt;br /&gt;Digital Modulation&lt;br /&gt;t&lt;br /&gt;Tidak ada data&lt;br /&gt;t&lt;br /&gt;Data analog&lt;br /&gt;Arus Listrik&lt;br /&gt;t&lt;br /&gt;Data digital&lt;br /&gt;1 1 0 1 1 1 0 1&lt;br /&gt;Optical Power&lt;br /&gt;Analog Modulation&lt;br /&gt;Gambar (12)&lt;br /&gt;Light&lt;br /&gt;Source Trapped rays&lt;br /&gt;Untrapped rays&lt;br /&gt;Light Fiber&lt;br /&gt;Source&lt;br /&gt;Source&lt;br /&gt;Radiation cone&lt;br /&gt;Fiber&lt;br /&gt;Fiber&lt;br /&gt;Acceptance&lt;br /&gt;Cone&lt;br /&gt;Gambar (13)&lt;br /&gt;• Channel Coupler&lt;br /&gt;- Untuk menyalurkan power gelombang cahaya yang telah termodulasi dari&lt;br /&gt;carrier source ke information channel (serat optik).&lt;br /&gt;- Merupakan bagian penting dari desain sistem komunikasi serat optik sebab&lt;br /&gt;kemungkinan loss yang tinggi.&lt;br /&gt;• Information Channel (Serat Optik)&lt;br /&gt;- Karakteristik yang diinginkan dari serat optik adalah atenuasi yang rendah&lt;br /&gt;dan sudut light-acceptance-cone yang besar.&lt;br /&gt;- Amplifier dibutuhkan pada sambungan yang sangat panjang (ratusan atau&lt;br /&gt;ribuan kilometer) agar didapatkan power yang cukup pada receiver.&lt;br /&gt;- Repeater hanya dapat digunakan untuk sistem digital, dimana berfungsi&lt;br /&gt;merubah sinyal optik yang lemah ke bentuk listrik kemudian dikuatkan dan&lt;br /&gt;dikembalikan ke bentuk sinyal optik untuk transmisi berikutnya.&lt;br /&gt;- Waktu perambatan cahaya di dalam serat optik bergantung pada frekuensi&lt;br /&gt;cahaya dan pada lintasan yang dilalui, sinyal cahaya yang merambat di dalam&lt;br /&gt;serat optik memilki frekuensi berbeda-beda dalam rentang tertentu (lebar&lt;br /&gt;spektrum frekuensi) dan powernya terbagi-bagi sepanjang lintasan yang&lt;br /&gt;berbeda-berbeda, hal ini menyebabkan distorsi pada sinyal.&lt;br /&gt;- Pada sistem digital distorsi ini berupa pelebaran (dispersi) pulsa digital yang&lt;br /&gt;merambat di dalam serat optik, pelebaran ini makin bertambah dengan&lt;br /&gt;bertambahnya jarak yang ditempuh dan pelebaran ini akan tumpang tindih&lt;br /&gt;dengan pulsa-pulsa yang lainnya, hal ini akan menyebabkan kesalahan pada&lt;br /&gt;deteksi sinyal. Adanya dispersi membatasi kecepatan informasi (pada sistem&lt;br /&gt;digital kecepatan informasi disebut data rate diukur dalam satuan bit per&lt;br /&gt;second (bps) ) yang dapat dikirimkan.&lt;br /&gt;- Pada fenomena optical soliton, efek dispersi ini diimbangi dengan efek nonlinier&lt;br /&gt;dari serat optik sehingga pulsa sinyal dapat merambat tanpa mengalami&lt;br /&gt;perubahan bentuk (tidak melebar).&lt;br /&gt;• Detector dan Amplifier&lt;br /&gt;- Digunakan foto-detektor (photo-diode, photo transistor dsb) yang berfungsi&lt;br /&gt;merubah sinyal optik yang diterima menjadi sinyal listrik.&lt;br /&gt;• Signal Processor&lt;br /&gt;- Untuk transmisi analog, sinyal prosesor terdiri dari penguatan dan filtering&lt;br /&gt;sinyal. Filtering bertujuan untuk memaksimalkan rasio dari daya sinyal terhadap&lt;br /&gt;power sinyal yang tidak diinginakan. Fluktuasi acak yang ada pada sinyal yang&lt;br /&gt;diterima disebut sebagai noise. Bagaimana pengaruh noise ini terhadap sistem&lt;br /&gt;komunikasi ditentukan oleh besaran SNR (Signal to Noise Ratio), yaitu&lt;br /&gt;perbandingan daya sinyal dengan daya noise, biasanya dinyatakan dalam desi-&lt;br /&gt;Bell (dB), makin besar SNR maka makin baik kualitas sistem komunikasi&lt;br /&gt;tersebut terhadap gangguan noise.&lt;br /&gt;- Untuk sistem digital, sinyal prosesor terdiri dari penguatan dan filtering sinyal&lt;br /&gt;serta rangkaian pengambil keputusan .&lt;br /&gt;- Rangkaian pengambil keputusan ini memutuskan apakah sebuah bilangan biner 0&lt;br /&gt;atau 1 yang diterima selama slot waktu dari setiap individual bit. Karena adanya&lt;br /&gt;noise yang tak dapat dihilangkan maka selalu ada kemungkinan kesalahan dari&lt;br /&gt;proses pengambilan keputusan ini, dinyatakan dalam besaran Bit Error Rate&lt;br /&gt;(BER ) yang nilai-nya harus kecil pada komunikasi.&lt;br /&gt;- Jika data yang dikirim adalah analog (misalnya suara), namun ditransmisikan&lt;br /&gt;melalui serat optik secara digital (pada transmitter dibutuhkan Analog to Digital&lt;br /&gt;Converter (ADC) sebelum sinyal masuk modulator) maka dibutuhkan juga&lt;br /&gt;Digital to Analog Converter (DAC) pada sinyal prosesor, untuk merubah data&lt;br /&gt;digital menjadi analog, sebelum dikeluarkan ke output (misalnya speaker).&lt;br /&gt;Current developed at&lt;br /&gt;message origin&lt;br /&gt;Current out of&lt;br /&gt;modulator&lt;br /&gt;Optical power variation&lt;br /&gt;at input to the fiber&lt;br /&gt;Optical power variation&lt;br /&gt;at the end of the fiber&lt;br /&gt;Current waveform out&lt;br /&gt;of the photodetector&lt;br /&gt;Current after filtering&lt;br /&gt;dan amplification&lt;br /&gt;Gambar (14)&lt;br /&gt;• Message Output&lt;br /&gt;- Jika output yang dihasilkan di presentasikan langsung ke manusia, yang&lt;br /&gt;mendengar atau melihat informasi tersebut, maka output yang masih dalam&lt;br /&gt;bentuk sinyal listrik harus dirubah menjadi gelombang suara atau visual image.&lt;br /&gt;Transduser (actuator) untuk hal ini adalah speaker untuk audio message dan&lt;br /&gt;tabung sinar katoda (CRT) (atau yang lainnya seperti LCD, OLED dsb) untuk&lt;br /&gt;visual image.&lt;br /&gt;- Pada beberapa situasi misalnya pada sistem dimana komputer-komputer atau&lt;br /&gt;mesin-mesin lainnya dihubungkan bersama-sama melalui sebuah sistem serat&lt;br /&gt;optik, maka output dalam bentuk sinyal listrik langsung dapat digunakan. Hal ini&lt;br /&gt;juga jika sistem serat optik hanya bagian dari jaringan yang lebih besar, seperti&lt;br /&gt;pada sebuah fiber link antara telephone exchange atau sebuah fiber trunk line&lt;br /&gt;membawa sejumlah progam televisi, pada kasus ini prosesing mencakup&lt;br /&gt;distribusi dari sinyal listrik ke tujuan-tujuan tertentu yang diinginkan. Peralatan&lt;br /&gt;pada message ouput secara sederhana hanya berupa sebuah konektor elektrik dari&lt;br /&gt;prosesor sinyal ke sistem berikutnya.&lt;br /&gt;6. Kesimpulan&lt;br /&gt;• Teknologi serat optik menawarkan kecepatan data yang lebih besar sepanjang&lt;br /&gt;jarak yang lebih jauh dengan harga yang lebih rendah daripada sistem&lt;br /&gt;konvensional menggunakan kawat logam (tembaga)&lt;br /&gt;• Struktur dasar dari sebuah serat optik yang terdiri dari 3 bagian : core (inti),&lt;br /&gt;cladding (kulit), dan coating (mantel) atau buffer (pelindung). Indeks bias kulit,&lt;br /&gt;n2 besarnya sedikit lebih rendah dari indek bias inti, n1.&lt;br /&gt;• Untuk menjelaskan bagaimana cahaya merambat sepanjang serat optik digunakan&lt;br /&gt;dua pendekatan/teori, yaitu pendekatan cahaya sebagai sinar (optik geometrik)&lt;br /&gt;dan cahaya sebagai gelombang elektro-magnetik (optik fisis) / teori mode.&lt;br /&gt;• Pendekatan cahaya sebagai sinar memberikan gambaran yang jelas bagaimana&lt;br /&gt;cahaya merambat sepanjang serat optik, namun kurang dalam memberikan&lt;br /&gt;penjelasan mengenai sifat lain lain dari cahaya seperti interferensi, dan sifat serat&lt;br /&gt;optik seperti absorpsi, atenuasi dan dispersi, oleh karena itu diperlukan&lt;br /&gt;pendekatan cahaya sebagai gelombang/ teori mode. Berdasarkan jumlah mode&lt;br /&gt;yang merambat maka serat optik terbagi menjadi dua tipe : single-mode dan&lt;br /&gt;multi-mode.&lt;br /&gt;• Sistem serat optik memberikan dibandingkan dengan sistem konvensional&lt;br /&gt;menggunakan kabel logam (tembaga) memiliki keuntungan dalam hal less&lt;br /&gt;expensive, thinner, higher carrying capacity, large-bandwidth, less signal&lt;br /&gt;degradation , ligtht signals, low power, non-flammable, flexibile.&lt;br /&gt;• Sistem komunikasi optik secara umum terdiri dari Transmitter (Message origin,&lt;br /&gt;Modulator, Carrier Source dan Channel Coupler), Information Channel (Serat&lt;br /&gt;Optik) dan Receiver (Detector, Amplifier, Signal Processor dan Message&lt;br /&gt;Output).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6626502445833622631-8218599741434857028?l=himatelpcr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himatelpcr.blogspot.com/feeds/8218599741434857028/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://himatelpcr.blogspot.com/2008/07/teknologi-serat-optik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6626502445833622631/posts/default/8218599741434857028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6626502445833622631/posts/default/8218599741434857028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himatelpcr.blogspot.com/2008/07/teknologi-serat-optik.html' title='Teknologi Serat Optik'/><author><name>HIMATEL AREA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11444130533225302160</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://bp0.blogger.com/_0XBkSTHyhXE/SGcdmD4zfDI/AAAAAAAAAFI/VkM0v0qsmPM/S220/telkom.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6626502445833622631.post-3888586247684222726</id><published>2008-07-19T09:20:00.001-07:00</published><updated>2008-07-19T09:20:28.410-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sistem Komunikasi Analog'/><title type='text'>Digital &amp; Analog</title><content type='html'>&lt;span class="searchhighlight"&gt;Sistem&lt;/span&gt; digital merupakan bentuk sampling dari sytem &lt;span class="searchhighlight"&gt;analog&lt;/span&gt;. digital pada dasarnya di code-kan dalam bentuk biner (atau Hexa). besarnya nilai suatu &lt;span class="searchhighlight"&gt;sistem&lt;/span&gt; digital dibatasi oleh lebarnya / jumlah bit (bandwidth). jumlah bit juga sangat mempengaruhi nilai akurasi &lt;span class="searchhighlight"&gt;sistem&lt;/span&gt; digital. Contoh kasus ada &lt;span class="searchhighlight"&gt;sistem&lt;/span&gt; digital dengan lebar 1 byte (8 bit). maka nilai-nilai yang dapat dikenali oleh &lt;span class="searchhighlight"&gt;sistem&lt;/span&gt; adalah bilangan bulat dari 0 - 255 ( 256 nilai : 2 pangkat 8 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada &lt;span class="searchhighlight"&gt;sistem&lt;/span&gt; &lt;span class="searchhighlight"&gt;analog&lt;/span&gt;, terdapat amplifier di sepanjang jalur transmisi. Setiap amplifier menghasilkan penguatan (gain), baik menguatkan sinyal pesan maupun noise tambahan yang menyertai di sepanjang jalur transmisi tersebut. Pada &lt;span class="searchhighlight"&gt;sistem&lt;/span&gt; digital, amplifier digantikan regenerative repeater. Fungsi repeater selain menguatkan sinyal, juga “membersihkan” sinyal tersebut dari noise. Pada sinyal “unipolar baseband”, sinyal input hanya mempunyai dua nilai – 0 atau 1. Jadi repeater harus memutuskan, mana dari kedua kemungkinan tersebut yang boleh ditampilkan pada interval waktu tertentu, untuk menjadi nilai sesungguhnya di sisi terima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan kedua dari &lt;span class="searchhighlight"&gt;sistem&lt;/span&gt; &lt;span class="searchhighlight"&gt;komunikasi&lt;/span&gt; digital adalah bahwa kita berhubungan dengan nilai-nilai, bukan dengan bentuk gelombang. Nilai-nilai bisa dimanipulasi dengan rangkaian rangkaian logika, atau jika perlu, dengan mikroprosesor. Operasi-operasi matematika yang rumit bisa secara mudah ditampilkan untuk mendapatkan fungsi-fungsi pemrosesan sinyal atau keamanan dalam transmisi sinyal.&lt;br /&gt;Keuntungan ketiga berhubungan dengan range dinamis. Kita dapat mengilustrasikan hubungan ini dalam sebuah contoh. Perekaman disk piringan hitam &lt;span class="searchhighlight"&gt;analog&lt;/span&gt; mempunyai masalah terhadap range dinamik yang terbatas. Suara-suara yang sangat keras memerlukan variasi bentuk alur yang ekstrim, dan sulit bagi jarum perekam untuk mengikuti variasi-variasi tersebut. Sementara perekaman secara digital tidak mengalami masalah, karena semua nilai amplitudo-nya, baik yang sangat tinggi maupun yang sangat rendah, ditransmisikan menggunakan urutan sinyal terbatas yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di dunia ini tidak ada yang ideal, demikian pula halnya dengan &lt;span class="searchhighlight"&gt;sistem&lt;/span&gt; &lt;span class="searchhighlight"&gt;komunikasi&lt;/span&gt; digital. Kerugian &lt;span class="searchhighlight"&gt;sistem&lt;/span&gt; digital dibandingkan dengan &lt;span class="searchhighlight"&gt;sistem&lt;/span&gt; &lt;span class="searchhighlight"&gt;analog&lt;/span&gt; adalah, bahwa &lt;span class="searchhighlight"&gt;sistem&lt;/span&gt; digital memerlukan bandwidth yang besar. Sebagai contoh, sebuah kanal suara tunggal dapat ditransmisikan menggunakan single -sideband AM dengan bandwidth yang kurang dari 5 kHz. Dengan menggunakan &lt;span class="searchhighlight"&gt;sistem&lt;/span&gt; digital, untuk mentransmisikan sinyal yang sama, diperlukan bandwidth hingga empat kali dari &lt;span class="searchhighlight"&gt;sistem&lt;/span&gt; &lt;span class="searchhighlight"&gt;analog&lt;/span&gt;. Kerugian yang lain adalah selalu harus tersedia sinkronisasi. Ini penting bagi &lt;span class="searchhighlight"&gt;sistem&lt;/span&gt; untuk mengetahui kapan setiap simbol yang terkirim mulai dan kapan berakhir, dan perlu meyakinkan apakah setiap simbol sudah terkirim dengan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara gampangannya, digital itu adalah 0 dan 1, atau logika biner, atau diskrit, sedang &lt;span class="searchhighlight"&gt;analog&lt;/span&gt; adalah continous. Digital bisa dilihat sebagai &lt;span class="searchhighlight"&gt;analog&lt;/span&gt; yang dicuplik/di sampling, kalau samplingnya semakin sering atau deltanya makin kecil, katakan mendekati nol, maka sinyal digital bisa terlihat menjadi &lt;span class="searchhighlight"&gt;analog&lt;/span&gt; kembali. Menghitung sinyal digital lebih gampang karena diskrit, sedang &lt;span class="searchhighlight"&gt;analog&lt;/span&gt; anda harus menggunakan diferensial integral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cara bodone (paling bodo) nek &lt;span class="searchhighlight"&gt;analog&lt;/span&gt; bentuk gelombange sinus (ujungnya tumpul gitulah), digital itu bentuk gelombangnya Kotak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau alat2 yg digital, itu yang dibuat dan bekerja didasarkan pada prinsip digital, ini lebih gampang dari &lt;span class="searchhighlight"&gt;analog&lt;/span&gt;, tapi sekarang ini &lt;span class="searchhighlight"&gt;analog&lt;/span&gt; menjadi trend lagi, karena digital dengan clock yg makin kecil Gega Herzt atau lebih, perilakunya sudah menjadi seperti rangkaian &lt;span class="searchhighlight"&gt;analog&lt;/span&gt;, jadi diperlukan ahli-ahli rangkaian &lt;span class="searchhighlight"&gt;analog&lt;/span&gt;. kalau untuk telekomunikasi, mau tidak mau masih melibatkan &lt;span class="searchhighlight"&gt;analog&lt;/span&gt;, karena harus menggunakan sinyal pembawa (carrier), &lt;span class="searchhighlight"&gt;komunikasi&lt;/span&gt; digitalpun hanya datanya yg didigitalkan (data digital (0-1) dimodulasi dengan carrier sinyal &lt;span class="searchhighlight"&gt;analog&lt;/span&gt;) di akhirnya harus diubah lagi jadi &lt;span class="searchhighlight"&gt;analog&lt;/span&gt;. Kalau contoh komponen yg bekerja dengan prinsip &lt;span class="searchhighlight"&gt;analog&lt;/span&gt; : Transistor, Tabung TV, IC-IC TTL, IC Catu daya. Digital : IC logika, microcontroller, FPGA. Rangkaian &lt;span class="searchhighlight"&gt;analog&lt;/span&gt; adalah kebutuhan dasar yang tak tergantikan di banyak &lt;span class="searchhighlight"&gt;sistem&lt;/span&gt; yang kompleks, dan menuntut kinerja yang tinggi.&lt;br /&gt;Coba kita lihat sedikit aplikasi dimana &lt;span class="searchhighlight"&gt;analog&lt;/span&gt; sulit atau bahkan mustahil untuk digantikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pemrosesan Sinyal dari Alam&lt;br /&gt;secara alamiah, sinyal yang dihasilkan alam itu adalah berbentuk &lt;span class="searchhighlight"&gt;analog&lt;/span&gt;. misalnya sinyal suara dari mikrofon, seismograph dsb walaupun kemudian bisa diproses dalam domain digital, sehingga banyak alat yang mempunyai bagian ADC dan DAC. nah pembuatan ADC dan DAC dengan presisi dan kecepatan tinggi, konsumsi daya rendah itu sangat sulit, ini memerlukan orang-orang &lt;span class="searchhighlight"&gt;analog&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;2. &lt;span class="searchhighlight"&gt;Komunikasi&lt;/span&gt; Digital&lt;br /&gt;Untuk mengirim sinyal melalui kabel yang panjang biasanya juga harus diubah dulu menjadi sinyal &lt;span class="searchhighlight"&gt;analog&lt;/span&gt;, memerlukan juga perancangan ADC dan DAC.&lt;br /&gt;3. Disk Drive Electronics&lt;br /&gt;Data storage --&gt; binari (Digital) dibaca oleh "magnetic head" --&gt; &lt;span class="searchhighlight"&gt;ANALOG&lt;/span&gt; (small, few milli Volt, high noise) disini sinyal perlu di "amplified, filtered, and digitized"&lt;br /&gt;4. Penerima nir-kabel (wireless)&lt;br /&gt;Sinyal yang diambil/diterima oleh antenna penerima RF adalah &lt;span class="searchhighlight"&gt;ANALOG&lt;/span&gt; (few milli volt, high noise)&lt;br /&gt;5. Penerima Optis&lt;br /&gt;mengirim data kecepatan tinggi melalui jalur fiber optic yang panjang data harus diubah menjadi bentuk cahaya (light) = &lt;span class="searchhighlight"&gt;ANALOG&lt;/span&gt; perlu perancangan rangkaian kecepatan tinggi, dan pita lebar (broad band) oleh orang &lt;span class="searchhighlight"&gt;analog&lt;/span&gt;. (saat ini kecepatan receiver 10-40Gb/s)&lt;br /&gt;6. Sensor&lt;br /&gt;Video Camera --&gt; citra/image diubah menjadi arus mengunakan larik fotodioda&lt;br /&gt;&lt;span class="searchhighlight"&gt;sistem&lt;/span&gt; ultrasonik --&gt; menggunakan sensor akustik untuk menghasilkan tegangan yang proporsional dengan amplitudo&lt;br /&gt;accelerometer --&gt; mengaktifkan kantong udara ketika kendaraan menabrak sesuatu, maka perubahan kecepatan diukur sebagai akselerasi&lt;br /&gt;itu adalah kerjaan &lt;span class="searchhighlight"&gt;Analog&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;7. Mikroprosesor &amp;amp; Memory&lt;br /&gt;walaupun sesungguhnya DIGITAL, tapi pada kecepatan tinggi (high speed digital design), perilakunya mirip &lt;span class="searchhighlight"&gt;analog&lt;/span&gt; --&gt; dilihat sebagai sinyal &lt;span class="searchhighlight"&gt;analog&lt;/span&gt; --&gt; perlu pengertian tentang &lt;span class="searchhighlight"&gt;sistem&lt;/span&gt; &lt;span class="searchhighlight"&gt;Analog&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kenapa &lt;span class="searchhighlight"&gt;analog&lt;/span&gt; lebih sulit dari digital?&lt;br /&gt;1. digital hanya mempertimbangkan speed, power dissipation &lt;span class="searchhighlight"&gt;analog&lt;/span&gt; harus memepertimbangkan speed, power dissipation, gain, precission, supply voltage dsb&lt;br /&gt;2. &lt;span class="searchhighlight"&gt;Analog&lt;/span&gt; lebih sensitif terhadap derau/noise, crosstalk dan interferensi (kecepatan &amp;amp; presisi)&lt;br /&gt;3. jarang yang bisa diotomatisasi dalam perancangan seperti digital yang bisa di Lay out dan sintesis secara otomatis.&lt;br /&gt;4. Modelling &amp;amp; Simulation untuk &lt;span class="searchhighlight"&gt;analog&lt;/span&gt; memerlukan pengalaman karena banyak efek dan perilaku yang "aneh"&lt;br /&gt;5. Teknologi sekarang banyak digunakan dan dirancang untuk memproduksi produk digital, karena itu sulit kalau mau memproduksi yang &lt;span class="searchhighlight"&gt;analog&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks komputer (mesin komputer) maka &lt;span class="searchhighlight"&gt;analog&lt;/span&gt; dan digital dalam penerapannya yaitu:&lt;br /&gt;- &lt;span class="searchhighlight"&gt;Analog&lt;/span&gt; Computer&lt;br /&gt;Digunakan untuk data yang sifatnya kontinyu dan bukan data yang berbentuk angka, tetapi dalam bentuk fisik,seperti misalnya arus listrik,temperatur,kecepatan,tekanan,dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Digital Computer&lt;br /&gt;Digunakan untuk data berbentuk angka atau huruf&lt;br /&gt;Keunggulan :&lt;br /&gt;- Memproses data lebih tepat dibandingkan dengan komputer &lt;span class="searchhighlight"&gt;analog&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Dapat menyimpan data selama masih dibutuhkan oleh proses&lt;br /&gt;- Dapat melakukan operasi logika&lt;br /&gt;- Data yang telah dimasukkan dapat dikoreksi atau dihapus&lt;br /&gt;- Output dari komputer digital dapat berupa angka, huruf,grafik maupun gambar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Hybrid Computer&lt;br /&gt;Kombinasi komputer &lt;span class="searchhighlight"&gt;analog&lt;/span&gt; dan digital.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6626502445833622631-3888586247684222726?l=himatelpcr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himatelpcr.blogspot.com/feeds/3888586247684222726/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://himatelpcr.blogspot.com/2008/07/digital-analog.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6626502445833622631/posts/default/3888586247684222726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6626502445833622631/posts/default/3888586247684222726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himatelpcr.blogspot.com/2008/07/digital-analog.html' title='Digital &amp; Analog'/><author><name>HIMATEL AREA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11444130533225302160</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://bp0.blogger.com/_0XBkSTHyhXE/SGcdmD4zfDI/AAAAAAAAAFI/VkM0v0qsmPM/S220/telkom.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6626502445833622631.post-3708458762436571429</id><published>2008-07-19T09:18:00.001-07:00</published><updated>2008-07-19T09:18:49.474-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sistem Komunikasi Analog'/><title type='text'>Sistem Analog</title><content type='html'>&lt;p&gt;Analog merupakan bentuk komunikasi elektromagnetik  yang merupakan proses pengiriman sinyal pada gelombang  elektromagnetik dan bersifat variable yang berurutan.  Jadi sistem analog merupakan suatu bentuk sistem  komunikasi elektromagnetik yang menggantungkan  proses pengiriman sinyalnya pada gelombang  elektromagnetik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kecepatan gelombang ini disebut  dengan Hertz (Hz) yang diukur dalam satuan detik. Misal  dalam satu detik gelombang dikirim sebanyak 1000, maka  disebut dengan 1000 Hertz. Kekurangan sistem  analog ini adalah pengiriman sinyal agak lambat  dan sering terjadi error. Hal-hal seperti ini tidak  terjadi pada sistem digital. Oleh karenanya saat ini  banyak peralatan maupun aplikasi yang beralih dari  sistem analog menjadi sistem digital.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6626502445833622631-3708458762436571429?l=himatelpcr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himatelpcr.blogspot.com/feeds/3708458762436571429/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://himatelpcr.blogspot.com/2008/07/sistem-analog.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6626502445833622631/posts/default/3708458762436571429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6626502445833622631/posts/default/3708458762436571429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himatelpcr.blogspot.com/2008/07/sistem-analog.html' title='Sistem Analog'/><author><name>HIMATEL AREA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11444130533225302160</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://bp0.blogger.com/_0XBkSTHyhXE/SGcdmD4zfDI/AAAAAAAAAFI/VkM0v0qsmPM/S220/telkom.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6626502445833622631.post-4405085057472817315</id><published>2008-07-19T09:14:00.000-07:00</published><updated>2008-07-19T09:15:12.200-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CDMA'/><title type='text'>Teknologi CDM</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;CDM (Code Division Multiplexing), biasa dikenal sebagai Code Division Multiple Access (CDMA), merupakan sebuah bentuk pemultipleksan (bukan sebuah skema pemodulasian) dan sebuah metode akses secara bersama yang membagi kanal tidak berdasarkan waktu (seperti pada TDMA) atau frekuensi (seperti pada FDMA), namun dengan cara mengkodekan data dengan sebuah kode khusus yang diasosiasikan dengan tiap kanal yang ada dan mengunakan sifat-sifat interferensi konstruktif dari kode-kode khusus itu untuk melakukan pemultipleksan. Singkatnya, CDM dapat melewatkan beberapa sinyal dalam waktu dan frekuensi yang sama. Tiap kanal dibedakan berdasarkan kode-kode pada wilayah waktu dan frekuensi yang sama.&lt;br /&gt;Berikut ini gambaran system komunikasi menggunakan CDM :&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;img src="http://i134.photobucket.com/albums/q94/telekomu/cdm.jpg" align="middle" height="307" width="468" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;CDMA mengacu pada sistem telepon seluler digital yang menggunakan skema akses secara bersama ini,seperti yang diprakarsai oleh Qualcomm. CDMA mulai banyak digunakan dalam setiap system komunikasi, termasuk pada Global Positioning System (GPS) dan pada sistem satelit OmniTRACS untuk logistik transportasi. Sistem terakhir didesain dan dibangun oleh Qualcomm, dan menjadi cikal bakal yang membantu insinyur-insinyur Qualcomm untuk menemukan Soft Handoff dan kendali tenaga cepat, teknologi yang diperlukan untuk menjadikan CDMA praktis dan efisien untuk komunikasi seluler terrestrial.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Penggunaan CDMA di dalam mobile telephony&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ini, terdapat banyak penggunaan teknologi CDMA, sebagai contoh penggunaannya di dalam mobile telephony. Untuk mengacu pada penerapannya, terdapat sejumlah istilah berbeda yang digunakan. Standar pertama yang diprakarsai oleh QUALCOMM dikenal sebagai IS-95, IS mengacu pada sebuah Standar Interim dari Telecommunications Industry Association (TIA). IS-95 sering disebut sebagai 2G atau seluler generasi kedua. Merk dagang cdmaOne dari QUALCOMM juga digunakan untuk menyebut standar 2G CDMA.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kemudian, setelah beberapa kali revisi, IS-95 digantikan oleh standar IS-2000. Standar ini diperkenalkan untuk memenuhi beberapa kriteria yang ada dalam spesifikasi IMT-2000 untuk 3G, atau selular generasi ketiga. Selain itu, standar ini juga disebut sebagai 1xRTT yang secara sederhana berarti “1 times Radio Transmission Technology” yang mengindikasikan bahwa IS-2000 menggunakan kanal bersama 1.25-MHz sebagaimana yang digunakan standar IS-95 yang asli. Suatu skema terkait yang disebut 3xRTT menggunakan tiga kanal pembawa 1.25-MHz menjadi sebuah lebar pita 3.75-MHz yang memungkinkan laju letupan data (data burst rates) yang lebih tinggi untuk seorang pengguna individual, namun skema 3xRTT belum digunakan secara komersil. Yang terbaru, QUALCOMM telah memimpin penciptaan teknologi baru berbasis CDMA yang dinamakan 1xEV-DO, atau IS-856, yang mampu menyediakan laju transmisi paket data yang lebih tinggi seperti yang dipersyaratkan oleh IMT-2000 dan diinginkan oleh para operator jaringan nirkabel.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sinyal waktu dari system CDMA QUALCOMM sangat akurat, dimana biasanya mengacu pada sebuah receiver GPS pada stasiun pusat sel (cell base station). Sehingga jam berbasis telepon seluler CDMA merupakan jenis jam radio yang semakin populer untuk digunakan pada jaringan komputer. Penggunaan sinyal telepon seluler CDMA memiliki beberapa keuntungan, dimana keuntungan utamanya terkait dengan keperluan jam referensi, dimana mereka akan bekerja lebih baik di dalam bangunan, sehingga menghilangkan kebutuhan untuk memasang sebuah antena GPS di luar bangunan.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;W-CDMA seringkali dikacaukan oleh teknologi CDMA. Pada penerapannya, CDMA digunakan sebagai prinsip dari antarmuka udara W-CDMA, dan antarmuka udara W-CDMA digunakan di dalam Standar 3G global UMTS dan standar 3G Jepang FOMA, oleh NTT DoCoMo and Vodafone; namun bagaimanapun, keluarga standar CDMA (termasuk cdmaOne dan CDMA2000) tidaklah compatible dengan keluarga standar W-CDMA.&lt;br /&gt;Selain aplikasi yang telah disebutkan di atas, yakni Global Positioning System (GPS), dimana system tersebut telah mendahului dan seluruhnya berbeda dengan seluler CDMA lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Dasar Matematis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada penerapannya, CDMA menggunakan orthogonality sebagai inti dari kandungan matematisnya. Misalnya, kita akan menampilkan sinyal data sebagai vector. Sebagai contoh, rangkaian biner “1011″ akan diwakili oleh vektor (1, 0, 1, 1). Kita bisa memberi nama kepada vektor ini, dengan memakai huruf tebal , misal a. Kita juga bisa memakai operasi pada vektor-vektor ini, diketahui sebagai dot product, untuk “mengalikan” vektor-vektor, dengan cara menjumlahkan hasil dari masing-masing komponen. Sebagai contoh, dot product dari (1, 0, 1, 1) dan (1, -1, -1, 0) menghasilkan (1)(1)+(0)(-1)+(1)(-1)+(1)(0)=1+-1=0. Dimana dot product dari vector a dan b adalah 0, kita bisa mengatakan dua vektor ini adalah orthogonal.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Keuntungan CDMA secara matematis adalah kode CDMA yang tersedia berjumlah tak hingga. Hal tersebut membuat CDMA secara ideal sesuai bagi sejumlah besar pemancar yang masing-masing menjangkitkan sejumlah kecil trafik pada selang waktu tak teratur, karena hal itu menghindari overhead untuk mengalokasi dan men-dealokasi secara terus-menerus sejumlah terbatas slot waktu ortogonal atau kanal frekuensi ke pemancar individual. Pemancar CDMA dengan begitu saja mengirim ketika mereka mempunyai sesuatu untuk dikirim dan diam ketika tidak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hasil dot memiliki beberapa sifat, dan salah satunya akan menolong kita memahami bagaimana CDMA bekerja. Untuk vektor-vektor a, b, c:&lt;br /&gt;Akar pangkat dua dari a.a adalah bilangan real, dan ini sangat penting. Kita bisa menulis&lt;br /&gt;Asumsi vektor a dan b adalah orthogonal. Maka:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img src="http://i134.photobucket.com/albums/q94/telekomu/cdm2.jpg" align="middle" height="78" width="230" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img src="http://i134.photobucket.com/albums/q94/telekomu/cdm3.jpg" align="middle" height="103" width="415" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Soff Handoff&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Soft handoff (or soft handover) merupakan salah satu inovasi dalam mobilitas dimana mungkin dilakukan dengan teknologi CDMA. Hal ini berkaitan dengan teknik atau pemindahan dari satu sel ke sel yang lain tanpa memutuskan hubungan radio kapanpun. Di dalam teknologi TDMA dan sistem analog,setiap pancaran sel pada frekuensinya sendiri,berbeda daripada sel-sel tetangganya. Jika sebuah perangkat bergerak telah mencapai batas dari sel yang melayani call sekarang, dapat dikatakan akan memutus hubungan radio dan secepatnya menyesuaikan dengan salah satu frekuensi sel-sel tetangganya dimana call telah dipindahkan oleh jaringan dikarenakan perpindahan lokasi dari peralatan bergerak tersebut. Jika peralatan bergenrak tersebut tidak bisa menyesuaikan dengan frekuensi barunya dalam sekejap, maka call akan diputus.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Didalam Sistem CDMA, satu set sel bertetangga semuanya menggunakan frekuensi yang sama untuk transmisi dan sel yang berbeda (atau base station) dalam arti adalah sebuah nomer yang disebut “PN offset”, disaat time offset dari permulaan pseudo-random noise sequence yang diketahui dimana digunakan untuk menyebarkan sinyal dari base station. Dikarenakan semua sel berada pada satu frekuensi, mendengarkan pada BTS yang berbeda sekarang adalah tantangan dalam pemprosesan sinyal digital berbasis pada offset dari sekuen PN, bukan Tranmisi RF dan berdasarkan penerimaan pada frekuensi terpisah. Apabila handphone CDMA menjelajah melalui jaringan, ia mengenali offset PN dari sel bertetangga dan melaporkan kekuatan setiap sinyal kembali ke sel acuan dari hubungan percakapan (biasanya sel yang terkuat). Jika sinyal dari sebuah sel bertetangga cukup kuat,perangkat bergerak tersebut akan dihubungkan langsung pada “add a leg”‘ callnya dan memulai mentranmisikan dan menerima ke dan dari sel baru dalam arti ke sel (atau sel-sel)call yang baru saja digunakan. Begitu juga,jika sebuah sinyal sel melemah, maka handset akan secara langsung diputus hubungannya. Dalam hal ini, handset dapat bergerak dari sel ke sel dan menambah dan membuang jika diperlukan dengan tujuan untuk menjaga call hingga tanpa memutuskan hubungan. Dalam prakteknya, ada batasan-batasan frekuensi, sering antara siynal pembawa yang berbeda atau sub-jaringan. Pada keadaan ini, handset CDMA akan menggunakan jalan yang sama seperti dalam TDMA atau analog dan menjalankan sebuah perpindahan yang ekstrim dimana hal ini akan memutus hubungan dan mencoba mengambil frekuensi baru dimana ia baru saja mati.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Fitur CDMA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Beberapa fitur pada teknologi CDMA, yakni:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Sinyal pesan pita sempit ( narrowband ) akan digandakan dengan penyebaran sinyal pita lebar ( wideband ) atau pseudonoise code&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setiap user mempunyai pseudonoise (PN) code masing-masing.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Soft capacity limit: performansi sistem akan berubah untuk semua pengguna begitu nomer pengguna meningkat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Near-far problem (masalah dekat-jauh)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Interference terbatas:kontrol daya sangat diperlukan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;lebar bandwidth menimbulkan keaneka ragaman,sehingga meggunakan rake receiver&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Akan membutuhkan semua komputer yang pernah dibuat oleh manusia diatas bumi untuk memecahkan kode dari satu setengah percakapan dalam sistem CDMA&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6626502445833622631-4405085057472817315?l=himatelpcr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himatelpcr.blogspot.com/feeds/4405085057472817315/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://himatelpcr.blogspot.com/2008/07/teknologi-cdm.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6626502445833622631/posts/default/4405085057472817315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6626502445833622631/posts/default/4405085057472817315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himatelpcr.blogspot.com/2008/07/teknologi-cdm.html' title='Teknologi CDM'/><author><name>HIMATEL AREA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11444130533225302160</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://bp0.blogger.com/_0XBkSTHyhXE/SGcdmD4zfDI/AAAAAAAAAFI/VkM0v0qsmPM/S220/telkom.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6626502445833622631.post-4873889929371490374</id><published>2008-07-19T09:13:00.001-07:00</published><updated>2008-07-19T09:13:38.789-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sistem Komunikasi Analog'/><title type='text'>Time Division Multiplexing</title><content type='html'>&lt;div class="post-contenido"&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pengertian Time Division Multiplexing (TDM)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Time Division Multiplexing merupakan sebuah proses pentransmisian beberapa sinyal informasi yang hanya melalui satu kanal transmisi dengan masing-masing sinyal di transmisikan pada peride waktu tertentu.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Proses Transmisi TDM&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Akan ada beberapa sinyal informasi yang akan masuk ke dalam Multiplexer dari TDM, sinyal-sinyal tersebut memiliki bit rate yang rendah dengan sumber sinyal yang berbeda-beda. Ketika sinyal tersebut memasuki Multiplexer, maka sinyal akan melalui sebuah switch rotary yang menyebabkan sinyal informasi yang sebelumnya telah disampling itu akan dibuat berubah-ubah tiap detiknya. Hasil Output dari switch ini adalah merupakan gelombang PAM (Pulse Amplitude Modulation) yang mengandung sample-sample dari sinyal informasi yang periodic terhadap waktu.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Setelah melalui multiplex, sinyal kemudian ditransmisi dengan membagi-bagi sample inomasi berdasar (Hold Time/Jumlah Kanal). Kanal transmisi ini merupakan sebuah kanal dengan rangkaian yang disinkronisasikan. Kanal sinkron ini dibutuhkan untuk membangun tiap kelompok dari sample dan membagi sample-samle tepat ke dalam frame nya.&lt;br /&gt;Ketika sinyal transmisi memasuki demultiplexer, gabungan sinyal yang ber-bit-rate tinggi (sinyal transmisi) dibagi-bagi kembali menjadi sinyal informasi seperti sinyal informasi awal yang ber-bit-rate rendah. Kemudian akan ada rotary switch pula disana yang akan mengarahkan sinyal-sinyal ke tujuan masing-masing dari sinyal itu.&lt;br /&gt;Pada Multiplexer terdapat filter yang berfungsi melewatkan sinyal dengan frekuensi rendah, dan pada demultiplexer akan terdapat filter yang bertujuan untuk mendapatkan sinyal keluaran yang akan sama dengan sinyal informasi inputnya.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;img src="http://i134.photobucket.com/albums/q94/telekomu/tdm1.jpg" align="middle" height="464" width="429" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Contoh system untuk wireline telephony network&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada Amerika bagian utara terdapat suatu system wireline untuk telephony system yang menggunakan proses TDM, yakni T1. Gelombang suara dari percakapan telephone di sample sekali setiap 125 msec, dan tiap sample di convert menjadi 8 bit data digital. Dengan menggunakan tehnik ini, kecepatan transmisi 64000 bits/sec dibutuhkan untuk mentransmit suara tersebut. T1 line sebenarnya merupakan sebuah channel yang mampu mentransmit pada kecepatan 1,544 Mbit/sec. Kecepatan transmit ini lebih besar disbanding kabel telephone pada umumnya, sehingga TDM digunakan untuk mengijinkan sebuah T1 line untuk membawa 24 sinyal suara yang berbeda. Dengan satu frame terdiri dari 193 bit, maka kecepatan tiap framenya:&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;img src="http://i134.photobucket.com/albums/q94/telekomu/tdm2.jpg" align="middle" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tiap frame tersebut kemudian dibagi menjadi 24 slot sinyal suara dengan 8 bit digital code.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Waktu Kerja&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Waktu Kerja (Duty Cycle) merupakan sebuah waktu yang efektif digunakan untuk mengirim atau menerima data, direpresentasikan dengan persentase dari total periode waktu. Jika kita tentukan lebar pulsa, τ, adalah menjadi waktu dari tiap bit yang menempati total bit-time Tb. Jika kita mempunyai Waktu Kerja D, kita dapat menentukan lebar pulsa adalah :&lt;/p&gt; &lt;blockquote style="font-weight: bold;"&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;τ = DTb&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Keuntungan menggunakan TDM&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;TDM digunakan karena alasan biaya; semakin sedikit kabel yang digunakan dan semakin simple receiver yang dipakai untuk mentransmit data dari banyak sumber utnuk banyak tujuan membuat TDM lebih murah disbanding yang lain. TDM juga menggunakan bandwith yang lebih sedikit daripada Frequency Division Multiplexing (FDM). Dengan lebar bandwith yang kecil, membuat bitrate semakin cepat, namun daya yang digunakan semakin besar.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Aplikasi TDM&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pada Plesiochronous Digital Hierarchy (PDH System), untuk transmisi digital dari beberap panggilan telephone melalu 4-kable yang sama (T-carrier atau E-carrier) atau kabel iber di sirkuit switch dari jaringan telephone digital.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada Synchronous Digital Hierarchy dan jaringan transmisi SONET yang menggunakan PDH&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada RIFF (WAV) standar audio&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada pemisah channel kanan-kiri yang digunakan dalam Stereoscopic Liquid Crystal Shutter Glasses&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kontributor :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dandy&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6626502445833622631-4873889929371490374?l=himatelpcr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himatelpcr.blogspot.com/feeds/4873889929371490374/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://himatelpcr.blogspot.com/2008/07/time-division-multiplexing.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6626502445833622631/posts/default/4873889929371490374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6626502445833622631/posts/default/4873889929371490374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himatelpcr.blogspot.com/2008/07/time-division-multiplexing.html' title='Time Division Multiplexing'/><author><name>HIMATEL AREA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11444130533225302160</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://bp0.blogger.com/_0XBkSTHyhXE/SGcdmD4zfDI/AAAAAAAAAFI/VkM0v0qsmPM/S220/telkom.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6626502445833622631.post-4481419873195597410</id><published>2008-07-19T09:11:00.001-07:00</published><updated>2008-07-19T17:33:33.197-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sistem Komunikasi Analog'/><title type='text'>Komunikasi Analog dan Digital</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="post-contenido"&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sebelum menjelajahi lebih lanjut tentang keuntungan satu sistim komunikasi terhadap sistim komunikasi yang lain, perlu dilakukan klarifikasi beberapa definisi penting. Sistim komunikasi analog adalah yang mentransmisikan sinyal-sinyal analog–yaitu time signal yang berada pada nilai kontinu pada interval waktu yang terdefinisikan. Jika time signal analog tersebut di-sample, maka yang terjadi adalah urutan bilangan-bilangan (nilai-nilai) yang harus ditransmisikan. Daftar nilai ini masih berupa nilai analog – yang bisa bernilai tak berhingga. Sistim ini belum digital. Kita katakan itu sebagai sistim diskrit terhadap waktu (discrete time) atau sistim ter-sampel (sampled system). Jika nilai-nilai tersampel tersebut dibuat menjadi himpunan diskrit (misalkan integer), maka sistim menjadi digital.&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;img src="http://i134.photobucket.com/albums/q94/telekomu/analogdigital.jpg" /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Beberapa sistem merupakan kombinasi hybrid baik digital maupun analog. Seperti saat mata kita menelusuri halaman ini, sistim psikologi kita beroperasi secara analog, seperti saat kita menatap gradasi dari sebuah gambar di halaman ini. Dasar dari sistem digital adalah, jika kita memprogram diri kita untuk mencari beberapa huruf, misalkan alphanumeric atau huruf-huruf Yunani dan symbol-simbol matematika. Selanjutnya, pada level yang lebih tinggi, kita membuka kamus komunikasi, yang berisi sekumpulan 30.000 an kemungkinan huruf. Ada kemungkinan huruf yang akan kita cari ada di dalam kamus tersebut, atau tidak ada. Jika huruf yang kita cari ada di kamus, berarti kita menerima huruf tadi de ngan benar, jika tidak ada, berarti kita menerima sesuatu yang salah. Dengan definisi di atas, kita mencoba mencari keuntungan dan kerugian sistim komunikasi digital dibandingkan dengan sistim analog.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Keuntungan Komunikasi Digital :&lt;br /&gt;1.    Error hampir selalu dapat dikoreksi.&lt;br /&gt;2.    Mudah menampilkan manipulasi sinyal (seperti encryption).&lt;br /&gt;3.    Range dinamis yang lebih besar (perbedaan nilai terendah terhadap tertinggi) dapat dimungkinkan.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kerugian Komunikasi Digital :&lt;br /&gt;1.    Biasanya memerlukan bandwidth yang lebih besar.&lt;br /&gt;2.    Memerlukan sinkronisasi.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;img src="http://i134.photobucket.com/albums/q94/telekomu/komanalogdigital.jpg" height="271" width="450" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Gambar 1.2. menunjukkan kekontrasan hubungan antara sistim komunikasi analog dan sistim komunikasi digital. Pada sistim analog, terdapat amplifier di sepanjang jalur transmisi. Setiap amplifier menghasilkan penguatan (gain), baik menguatkan sinyal pesan maupun noise tambahan yang menyertai di sepanjang jalur transmisi tersebut. Pada sistim digital, amplifier digantikan regenerative repeater. Fungsi repeater selain menguatkan sinyal, juga “membersihkan” sinyal tersebut dari noise. Pada sinyal “unipolar baseband”, sinyal input hanya mempunyai dua nilai – 0 atau 1. Jadi repeater harus memutuskan, mana dari kedua kemungkinan tersebut yang boleh ditampilkan pada interval waktu tertentu, untuk menjadi nilai sesungguhnya di sisi terima.&lt;/p&gt; &lt;div align="justify"&gt;Keuntungan kedua dari sistim komunikasi digital adalah bahwa kita berhubungan dengan nilai-nilai, bukan dengan bentuk gelombang. Nilai-nilai bisa dimanipulasi dengan rangkaian rangkaian logika, atau jika perlu, dengan mikroprosesor. Operasi-operasi matematika yang rumit bisa secara mudah ditampilkan untuk mendapatkan fungsi-fungsi pemrosesan sinyal atau keamanan dalam transmisi sinyal. &lt;p align="justify"&gt;Keuntungan ketiga berhubungan dengan range dinamis. Kita dapat mengilustrasikan hubungan ini dalam sebuah contoh. Perekaman disk piringan hitam analog mempunyai masalah terhadap range dinamik yang terbatas. Suara-suara yang sangat keras memerlukan variasi bentuk alur yang ekstrim, dan sulit bagi jarum perekam untuk mengikuti variasi-variasi tersebut. Sementara perekaman secara digital tidak mengalami masalah, karena semua nilai amplitudo-nya, baik yang sangat tinggi maupun yang sangat rendah, ditransmisikan menggunakan urutan sinyal terbatas yang sama.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Namun di dunia ini tidak ada yang ideal, demikian pula halnya dengan sistim komunikasi digital. Kerugian sistim digital dibandingkan dengan sistim analog adalah, bahwa sistim digital memerlukan bandwidth yang besar. Sebagai contoh, sebuah kanal suara tunggal dapat ditransmisikan menggunakan single -sideband AM dengan bandwidth yang kurang dari 5 kHz. Dengan menggunakan sistim digital, untuk mentransmisikan sinyal yang sama, diperlukan bandwidth hingga empat kali dari sistim analog. Kerugian yang lain adalah selalu harus tersedia sinkronisasi. Ini penting bagi sistim untuk mengetahui kapan setiap simbol yang terkirim mulai dan kapan berakhir, dan perlu meyakinkan apakah setiap simbol sudah terkirim dengan benar.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6626502445833622631-4481419873195597410?l=himatelpcr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himatelpcr.blogspot.com/feeds/4481419873195597410/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://himatelpcr.blogspot.com/2008/07/komunikasi-analog-dan-digital.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6626502445833622631/posts/default/4481419873195597410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6626502445833622631/posts/default/4481419873195597410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himatelpcr.blogspot.com/2008/07/komunikasi-analog-dan-digital.html' title='Komunikasi Analog dan Digital'/><author><name>HIMATEL AREA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11444130533225302160</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://bp0.blogger.com/_0XBkSTHyhXE/SGcdmD4zfDI/AAAAAAAAAFI/VkM0v0qsmPM/S220/telkom.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6626502445833622631.post-8894837055701665214</id><published>2008-06-27T21:54:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T10:17:59.895-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PCR NEWS'/><title type='text'>Ar-Rasyid juara KRCI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_0XBkSTHyhXE/SGXEdET6LyI/AAAAAAAAAE0/DJ82y14l-XM/s1600-h/krci08.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_0XBkSTHyhXE/SGXEdET6LyI/AAAAAAAAAE0/DJ82y14l-XM/s320/krci08.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5216791747031084834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jakarta,14 - 15 JUNI 2008, BRAVO!! BRAVO!! BRAVO Tim KRCI Ar-Rasyid PCR!!&lt;/span&gt; Begitulah kiranya ungkapan seluruh sivitas akademika PCR yang pada tahun ini secara menakjubkan telah terjadi satu prestasi yang membanggakan yaitu telah menjadi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Juara I tingkat nasional Kontes Robot Cerdas Indonesia 2008 divisi senior Robot Berkaki&lt;/span&gt;. Belum pernah PCR menyandang gelar Juara I tingkat nasional di kontes serupa, hal ini merupakan torehan yang sangat fantasitis untuk sejarah Politeknik Caltex Riau. Dimotori oleh tiga serangkai yaitu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Heru Prayugo&lt;/span&gt; (Komputer G5), &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Zulfaisal&lt;/span&gt; (Mekatronika G6) dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rully Ria Pratama&lt;/span&gt; (Elektronika G6) dan dibimbing oleh Ibu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Made Rahmawati&lt;/span&gt; (Prodi Teknik Mekatronika), tim Ar-Rasyid berhasil melakukan pemadaman api lilin yang di set oleh panitia di sebuah arena yang terdiri dari beberapa ruang dalam tiga kali trial. Untuk Tim &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bloe-Dack&lt;/span&gt; belum berhasil untuk tahun ini setelah di babak penyisihan dihadang oleh Tim Rengganis (UNESA) dan Blue-ROck (Univ. Budi Luhur Jkt).&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hasil pertandingan secara keseluruhan adalah sebagai berikut. Untuk KRI, Juara I adalah kelompok JUMP-BE dari Politeknik Elektronika Negeri (PEN-ITS) Surabaya. Juara II dari kelompok KHIL-G Universitas Brawijaya Malang. Penghargaan untuk Inovasi Terbaik diraih oleh Kelompok PALAPA dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Desain Terbaik oleh kelompok KOUMORI dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Algoritma terbaik dari kelompok KHIL-G Universitas Brawijaya Malang, dan Peraih Skor Tertinggi dari POSTER-MPX Universitas Hasanuddin, Makasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk KRCI Devisi Senior Beroda, Juara I diraih tim DU 114-V8 Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Bandung, Juara II tim TENSAI dari Politeknik Elektronika Negeri (PEN-ITS) Surabaya. Untuk Devisi Senior Berkaki, Juara I dimenangkan oleh RASYID dari Politeknik Caltex Riau, dan Juara II oleh kelompok al_FajRy dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Untuk Devisi Expert Single, Juara I diraih oleh kelompok gho-zie dari Politeknik Elektronika Negeri (PEN-ITS) Surabaya. Juara II diraih oleh kelompok dot.B dari Politeknik Negeri Bandung. Akhirnya, untuk kelompok Expert Swarm, Juara I diraih oleh kelompok DU-102 dari Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Bandung. Selain itu, ada penghargaan untuk kategori Inovasi terbaik yang diraih oleh Universitas Surabaya, Algoritma terbaik oleh Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Bandung, dan kategori Best Spirit oleh Universitas Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Universitas Gunadarma, dengan robotnya Chuunin-6 New Version kali ini belum mampu menembus elite perobotan nasional untuk kategori Devisi Senior Berkaki yang diikuti oleh 10 kelompok yang lolos dari seleksi regional. Sebelumnya, di kelompok tersebut robot Chuunin-6 mampu menduduki peringkat II regional Jakarta dan Jawa Barat di bawah UNIKOM, Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesepuluh kelompok Devisi Senior Berkaki tersebut adalah dari ITB, ITS, Politeknik Caltex Riau (PCR), Politeknik Negeri Bandung, UGM, UG, UI, UNIKOM, Universitas Surabaya, dan Universitas Tarumanegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, memang UI adalah “Juara Pelaksana” kegatan, karena tidak ada satupun kelompok UI yang menjadi juara (kecuali Penghargaan). Demikian kata sang Rektor UI dalam kata sambutan penutupannya, dan juga kata seorang Panitia (saya tidak tahu namanya) yang sempat duduk di sebelah saya di bangku VVIP (padahal saya tidak ada hak duduk di situ, hanya karena saya ingin melihat dengan jelas saja, dan kebetulan ada bangku yang kosong, sayang jika tidak dimanfaatkan), sebelum Rektor mengucapkan kata-kata itu. UI siap menjadi Panitia Pelaksana, jangankan di tingkat nasional, UI juga mengajukan diri menjadi tuan rumah untuk kontes robot serupa di tingkat internasional tahun 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga merasa UI pantas menjadi Panitia Pelaksana karena infrastruktur dan kepanitiaanya sepertinya sudah siap sejak dulu kala. Tamu-tamunya sepertinya tidak sempat “keroncongan” karena jamuannya yang datang terus-menerus yang dilayani oleh gadis-gadis belia (mahasiswi) nan cantik yang menyegarkan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, kontes robot yang sangat besar menyita perhatian penonton adalah Kontes Robot Indonesia (KRI). Kali ini temanya adalah “Robot Panjat Pinang” yang diadopsi dari ABU Robocon 2008 “Govinda”. Kontes ini sangat menyita perhatian karena robot ini berukuran besar (ada yang otomatis dan ada yang manual dikendalikan oleh Operator) yang benar-benar bertanding di antara dua kelompok untuk menjadi pemenang. Selain kecanggihan dalam merancang robot-robotnya, juga harus mampu membuat strategi menghambat perolehan nilai lawan. Jadi, ada strategi menabarakkan robot (otomatisnya) ke robot lawan, menutupi daerah perolehan nilai lawan, mencuri poin di daerah lawan, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak heran, jika banyak penonton (supporter) yang datang seperti penonton sepak bola. Saya amati, supporter terbanyak justru datang dari Surabaya dan Yogyakarta (masing-masing sekitar 100 orang). Mereka datang dengan berbagai atribut seperti seragam, spanduk, yel-yel, alat-alat musik, pengeras suara, dan pemandu gerak tari dan nyanyi. Meski pada awalnya saya khawatir akan terjadi bentrokan (karena yel-yel dan nyanyiannya saling mengejek bahkan menghina), namun sampai acara berakhir, justru di antara mereka dapat terjalin persahabatan. Salut buat mahasiswa seperti itu ! (sportif).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh yel-yel tersebut seperti nyanyian “Buat Apa Susah” yang liriknya diubah menjadi “Buat apa Jogja, buat apa Jogja, Jogja itu tak ada gunanya?” atau lagu “Sayonara” ketika tim lawan kalah. Anehnya, para supporter juga secara bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan membaca Surat Al-Fatihah. Macam-macamlah ulahnya, seperti penonton sepak bola di luar negeri (kebetulan saya tidak pernah lagi melihat pertandingan sepak bola dalam negeri sampai tuntas sejak SD dulu).&lt;br /&gt;Meski harus bayar Rp. 10.000,00 per hari, supporter maupun penonton umum memenuhi Balairung UI yang jika ada jeda istirahat diisi hiburan band mahasiswa. Untuk pertandingan KRCI, yang robot dan lapangannya kecil, mereka harus melihat ke layar agar jelas. Itupun jika pertandingan timnya diliput oleh sang Kameraman. Bagi mereka, bila timnya disebut saja, cukup memacu mereka untuk meneriakkan yel-yel atau nyanyian, tak peduli, robotnya tampak atau tidak. Hal ini yang dimanfaatkan oleh Pembawa Acara (MC) untuk menghidupkan suasana, tapi terkadang hal ini bisa menjadi `senjata makan tuan’ karena mereka sulit diminta untuk tenang ketika ada suatu kegiatan yang membutuhkan suasana tenang seperti wawancara dengan tim pemenang untuk diliput televisi (utamanya TVRI).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6626502445833622631-8894837055701665214?l=himatelpcr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himatelpcr.blogspot.com/feeds/8894837055701665214/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://himatelpcr.blogspot.com/2008/06/ar-rasyid-juara-krci.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6626502445833622631/posts/default/8894837055701665214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6626502445833622631/posts/default/8894837055701665214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himatelpcr.blogspot.com/2008/06/ar-rasyid-juara-krci.html' title='Ar-Rasyid juara KRCI'/><author><name>HIMATEL AREA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11444130533225302160</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://bp0.blogger.com/_0XBkSTHyhXE/SGcdmD4zfDI/AAAAAAAAAFI/VkM0v0qsmPM/S220/telkom.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_0XBkSTHyhXE/SGXEdET6LyI/AAAAAAAAAE0/DJ82y14l-XM/s72-c/krci08.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6626502445833622631.post-431219409966146973</id><published>2008-06-23T23:22:00.000-07:00</published><updated>2008-06-23T23:23:04.766-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HIMATEL NEWS'/><title type='text'>SAMSUNG SECRET CODES</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini kumpulan kode-kode rahasia HP samsung..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Software version: *#9999#&lt;br /&gt;IMEI number: *#06#&lt;br /&gt;Serial number: *#0001#&lt;br /&gt;Battery status- Memory capacity : *#9998*246#&lt;br /&gt;Debug screen: *#9998*324# - *#8999*324#&lt;br /&gt;LCD kontrast: *#9998*523#&lt;br /&gt;Vibration test: *#9998*842# - *#8999*842#&lt;br /&gt;Alarm beeper - Ringtone test : *#9998*289# - *#8999*289#&lt;br /&gt;Smiley: *#9125#&lt;br /&gt;Software version: *#0837#&lt;br /&gt;Display contrast: *#0523# - *#8999*523#&lt;br /&gt;Battery info: *#0228# or *#8999*228#&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Display storage capacity: *#8999*636#&lt;br /&gt;Display SIM card information: *#8999*778#&lt;br /&gt;Show date and alarm clock: *#8999*782#&lt;br /&gt;The display during warning: *#8999*786#&lt;br /&gt;Samsung hardware version: *#8999*837#&lt;br /&gt;Show network information: *#8999*638#&lt;br /&gt;Display received channel number and received intensity: *#8999*9266#&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* *#1111# S/W Version&lt;br /&gt;*#1234# Firmware Version&lt;br /&gt;*#2222# H/W Version&lt;br /&gt;*#8999*8376263# All Versions Together&lt;br /&gt;*#8999*8378# Test Menu&lt;br /&gt;*#4777*8665# GPSR Tool&lt;br /&gt;*#8999*523# LCD Brightness&lt;br /&gt;*#8999*377# Error LOG Menu&lt;br /&gt;*#8999*327# EEP Menu&lt;br /&gt;*#8999*667# Debug Mode&lt;br /&gt;*#92782# PhoneModel (Wap)&lt;br /&gt;#*5737425# JAVA Mode&lt;br /&gt;*#2255# Call List&lt;br /&gt;*#232337# Bluetooth MAC Adress&lt;br /&gt;*#5282837# Java Version&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Type in *#0000# on a Samsung A300 to reset the language&lt;br /&gt;Master reset(unlock) #*7337# (for the new samsungs E700 x600 but not E710)&lt;br /&gt;Samsung E700 type *#2255# to show secret call log (not tested)&lt;br /&gt;Samsung A300, A800 phone unlock enter this *2767*637#&lt;br /&gt;Samsung V200, S100, S300 phone unlock : *2767*782257378#&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On the main screen type&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* #*4773# Incremental Redundancy&lt;br /&gt;#*7785# Reset wakeup &amp; RTK timer cariables/variables&lt;br /&gt;#*7200# Tone Generator Mute&lt;br /&gt;#*3888# BLUETOOTH Test mode&lt;br /&gt;#*7828# Task screen&lt;br /&gt;#*#8377466# S/W Version &amp; H/W Version&lt;br /&gt;#*2562# Restarts Phone&lt;br /&gt;#*2565# No Blocking? General Defense.&lt;br /&gt;#*3353# General Defense, Code Erased.&lt;br /&gt;#*3837# Phone Hangs on White screen.&lt;br /&gt;#*3849# Restarts Phone&lt;br /&gt;#*7337# Restarts Phone (Resets Wap Settings)&lt;br /&gt;#*2886# AutoAnswer ON/OFF&lt;br /&gt;#*7288# GPRS Detached/Attached&lt;br /&gt;#*7287# GPRS Attached&lt;br /&gt;#*7666# White Screen&lt;br /&gt;#*7693# Sleep Deactivate/Activate&lt;br /&gt;#*2286# Databattery&lt;br /&gt;#*2527# GPRS switching set to (Class 4, 8, 9, 10)&lt;br /&gt;#*2679# Copycat feature Activa/Deactivate&lt;br /&gt;#*3940# External looptest 9600 bps&lt;br /&gt;#*4263# Handsfree mode Activate/Deactivate&lt;br /&gt;#*2558# Time ON&lt;br /&gt;#*3941# External looptest 115200 bps&lt;br /&gt;#*5176# L1 Sleep&lt;br /&gt;#*7462# SIM Phase&lt;br /&gt;#*7983# Voltage/Freq&lt;br /&gt;#*7986# Voltage&lt;br /&gt;#*8466# Old Time&lt;br /&gt;#*2255# Call Failed&lt;br /&gt;#*5376# DELETE ALL SMS!!!!&lt;br /&gt;#*6837# Official Software Version: (0003000016000702)&lt;br /&gt;#*2337# Permanent Registration Beep&lt;br /&gt;#*2474# Charging Duration&lt;br /&gt;#*2834# Audio Path (Handsfree)&lt;br /&gt;#*3270# DCS Support Activate/Deactivate&lt;br /&gt;#*3282# Data Activate/Deactivate&lt;br /&gt;#*3476# EGSM Activate/Deactivate&lt;br /&gt;#*3676# FORMAT FLASH VOLUME!!!&lt;br /&gt;#*4760# GSM Activate/Deactivate&lt;br /&gt;#*4864# White Screen&lt;br /&gt;#*7326# Accessory&lt;br /&gt;#*7683# Sleep variable&lt;br /&gt;#*3797# Blinks 3D030300 in RED&lt;br /&gt;#*7372# Resetting the time to DPB variables&lt;br /&gt;#*3273# EGPRS multislot (Class 4, 8, 9, 10)&lt;br /&gt;#*7722# RLC bitmap compression Activate/Deactivate&lt;br /&gt;#*2351# Blinks 1347E201 in RED&lt;br /&gt;#*2775# Switch to 2 inner speaker&lt;br /&gt;#*7878# FirstStartup (0=NO, 1=YES)&lt;br /&gt;#*3838# Blinks 3D030300 in RED&lt;br /&gt;#*2077# GPRS Switch&lt;br /&gt;#*2027# GPRS Switch&lt;br /&gt;#*0227# GPRS Switch&lt;br /&gt;#*0277# GPRS Switch&lt;br /&gt;#*22671# AMR REC START&lt;br /&gt;#*22672# Stop AMR REC (File name: /a/multimedia/sounds/voice list/ENGMODE.amr)&lt;br /&gt;#*22673# Pause REC&lt;br /&gt;#*22674# Resume REC&lt;br /&gt;#*22675# AMR Playback&lt;br /&gt;#*22676# AMR Stop Play&lt;br /&gt;#*22677# Pause Play&lt;br /&gt;#*22678# Resume Play&lt;br /&gt;#*77261# PCM Rec Req&lt;br /&gt;#*77262# Stop PCM Rec&lt;br /&gt;#*77263# PCM Playback&lt;br /&gt;#*77264# PCM Stop Play&lt;br /&gt;#*22679# AMR Get Time&lt;br /&gt;*#8999*364# Watchdog ON/OFF&lt;br /&gt;*#8999*427# WATCHDOG signal route setup&lt;br /&gt;*2767*3855# = Full Reset (Caution every stored data will be deleted.)&lt;br /&gt;*2767*2878# = Custom Reset&lt;br /&gt;*2767*927# = Wap Reset&lt;br /&gt;*2767*226372# = Camera Reset (deletes photos)&lt;br /&gt;*2767*688# Reset Mobile TV&lt;br /&gt;#7263867# = RAM Dump (On or Off)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On the main screen type&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* *2767*49927# = Germany WAP Settings&lt;br /&gt;*2767*44927# = UK WAP Settings&lt;br /&gt;*2767*31927# = Netherlands WAP Settings&lt;br /&gt;*2767*420927# = Czech WAP Settings&lt;br /&gt;*2767*43927# = Austria WAP Settings&lt;br /&gt;*2767*39927# = Italy WAP Settings&lt;br /&gt;*2767*33927# = France WAP Settings&lt;br /&gt;*2767*351927# = Portugal WAP Settings&lt;br /&gt;*2767*34927# = Spain WAP Settings&lt;br /&gt;*2767*46927# = Sweden WAP Settings&lt;br /&gt;*2767*380927# = Ukraine WAP Settings&lt;br /&gt;*2767*7927# = Russia WAP Settings&lt;br /&gt;*2767*30927# = GREECE WAP Settings&lt;br /&gt;*2767*73738927# = WAP Settings Reset&lt;br /&gt;*2767*49667# = Germany MMS Settings&lt;br /&gt;*2767*44667# = UK MMS Settings&lt;br /&gt;*2767*31667# = Netherlands MMS Settings&lt;br /&gt;*2767*420667# = Czech MMS Settings&lt;br /&gt;*2767*43667# = Austria MMS Settings&lt;br /&gt;*2767*39667# = Italy MMS Settings&lt;br /&gt;*2767*33667# = France MMS Settings&lt;br /&gt;*2767*351667# = Portugal MMS Settings&lt;br /&gt;*2767*34667# = Spain MMS Settings&lt;br /&gt;*2767*46667# = Sweden MMS Settings&lt;br /&gt;*2767*380667# = Ukraine MMS Settings&lt;br /&gt;*2767*7667#. = Russia MMS Settings&lt;br /&gt;*2767*30667# = GREECE MMS Settings&lt;br /&gt;* *#7465625# = Check the phone lock status&lt;br /&gt;*7465625*638*Code# = Enables Network lock&lt;br /&gt;#7465625*638*Code# = Disables Network lock&lt;br /&gt;*7465625*782*Code# = Enables Subset lock&lt;br /&gt;#7465625*782*Code# = Disables Subset lock&lt;br /&gt;*7465625*77*Code# = Enables SP lock&lt;br /&gt;#7465625*77*Code# = Disables SP lock&lt;br /&gt;*7465625*27*Code# = Enables CP lock&lt;br /&gt;#7465625*27*Code# = Disables CP lock&lt;br /&gt;*7465625*746*Code# = Enables SIM lock&lt;br /&gt;#7465625*746*Code# = Disables SIM lock&lt;br /&gt;*7465625*228# = Activa lock ON&lt;br /&gt;#7465625*228# = Activa lock OFF&lt;br /&gt;*7465625*28638# = Auto Network lock ON&lt;br /&gt;#7465625*28638# = Auto Network lock OFF&lt;br /&gt;*7465625*28782# = Auto subset lock ON&lt;br /&gt;#7465625*28782# = Auto subset lock OFF&lt;br /&gt;*7465625*2877# = Auto SP lock ON&lt;br /&gt;#7465625*2877# = Auto SP lock OFF&lt;br /&gt;*7465625*2827# = Auto CP lock ON&lt;br /&gt;#7465625*2827# = Auto CP lock OFF&lt;br /&gt;*7465625*28746# = Auto SIM lock ON&lt;br /&gt;#7465625*28746# = Auto SIM lock OFF&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Type *#9998*627837793# Go to the ‘my parameters’ and there you will find new menu where you can unlock phone.(not tested-for samsung C100)&lt;br /&gt;To unlock a Samsung turn the phone off take the sim card and type the following code *#pw+15853649247w# .&lt;br /&gt;Java status code: #*53696# (Samsung X600)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you want to unlock your phone put a sim from another company then type *#9998*3323# it will reset your phone. Push exit and then push 7, it will reset again. Put your other sim in and it will say sim lock, type in 00000000 then it should be unlocked. Type in *0141# then the green call batton and it’s unlocked to all networks. This code may not work on the older phones and some of the newer phones. If it doesn’t work you will have to reset your phone without a sim in it by typing *#2767*2878# or *#9998*3855# (not tested)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6626502445833622631-431219409966146973?l=himatelpcr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himatelpcr.blogspot.com/feeds/431219409966146973/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://himatelpcr.blogspot.com/2008/06/samsung-secret-codes.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6626502445833622631/posts/default/431219409966146973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6626502445833622631/posts/default/431219409966146973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himatelpcr.blogspot.com/2008/06/samsung-secret-codes.html' title='SAMSUNG SECRET CODES'/><author><name>HIMATEL AREA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11444130533225302160</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://bp0.blogger.com/_0XBkSTHyhXE/SGcdmD4zfDI/AAAAAAAAAFI/VkM0v0qsmPM/S220/telkom.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6626502445833622631.post-1435789906710250568</id><published>2008-06-23T23:21:00.000-07:00</published><updated>2008-06-23T23:22:02.456-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HIMATEL NEWS'/><title type='text'>Kode rahasia HP LG</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Untuk kode masuk test mode semua tipe HP LG: 2945#*# pada layar utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2945*#01*# Menu rahasia pada HP LG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* IMEI (ALL): *#06#&lt;br /&gt;IMEI and SW (LG 510): *#07#&lt;br /&gt;Software version (LG B1200): *8375#&lt;br /&gt;Recount cheksum (LG B1200): *6861#&lt;br /&gt;Factory test (B1200): #PWR 668&lt;br /&gt;Simlock menu (LG B1200): 1945#*5101#&lt;br /&gt;Simlock menu (LG 510W, 5200): 2945#*5101#&lt;br /&gt;Simlock menu (LG 7020, 7010): 2945#*70001#&lt;br /&gt;Simlock menu (LG 500, 600): 2947#*&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kode-kode spesial untuk LG-U81XX&lt;br /&gt;Code to read phone version :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Phone without SIM&lt;br /&gt;2. nter 277634#*# or 47328545454#&lt;br /&gt;3. Select ‘SW Ver.info’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Code to reset phone :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Phone without SIM&lt;br /&gt;* Enter 277634#*# or 47328545454#&lt;br /&gt;* Select ‘Factory Reset’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Code to enter UNLOCK MENU :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Phone wit SIM inside&lt;br /&gt;* Enter 2945#*88110#&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Test Menu 8330 : 637664#*#&lt;br /&gt;Test Menu 8180 V10a: 49857465454#&lt;br /&gt;Test Menu 8180 V11a: 492662464663#&lt;br /&gt;Test Menu 8130-8138: 47328545454#&lt;br /&gt;Test Menu 8110-8120: 277634#*#&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6626502445833622631-1435789906710250568?l=himatelpcr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himatelpcr.blogspot.com/feeds/1435789906710250568/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://himatelpcr.blogspot.com/2008/06/kode-rahasia-hp-lg.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6626502445833622631/posts/default/1435789906710250568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6626502445833622631/posts/default/1435789906710250568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himatelpcr.blogspot.com/2008/06/kode-rahasia-hp-lg.html' title='Kode rahasia HP LG'/><author><name>HIMATEL AREA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11444130533225302160</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://bp0.blogger.com/_0XBkSTHyhXE/SGcdmD4zfDI/AAAAAAAAAFI/VkM0v0qsmPM/S220/telkom.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6626502445833622631.post-263898753637414933</id><published>2008-06-16T20:44:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T10:18:00.764-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HIMATEL NEWS'/><title type='text'>Teknologi BLUETOOTH</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pendatang baru yang sudah mulai popular didunia komunikasi data wireless, Bluetooth mulai memberikan beberapa solusi dan layanan yang bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Bluetooth merupakan teknologi yang berkembang sebagai jawaban atas kebutuhan komunikasi antar perlengkapan elektronik agar dapat saling mempertukarkan data dalam jarak yang terbatas menggunakan gelombang radio dengan frekuensi tertentu. Salah satu implementasi bluetooth yang populer adalah pada peralatan ponsel. Bluetooth adalah teknologi radio jarak pendek yang memberikan kemudahan konektivitas bagi peralatan-peralatan nirkabel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pendahuluan&lt;br /&gt;Bluetooth adalah sebuah teknologi komunikasi wireless (tanpa kabel) yang beroperasi dalam pita frekuensi 2,4 GHz unlicensed ISM (Industrial, Scientific and Medical) dengan menggunakan sebuah frequency hopping tranceiver yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real-time antara host-host bluetooth dengan jarak jangkauan layanan yang terbatas.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bluetooth sendiri dapat berupa card yang bentuk dan fungsinya hampir sama dengan card yang digunakan untuk wireless local area network (WLAN) dimana menggunakan frekuensi radio standar IEEE 802.11, hanya saja pada bluetooth mempunyai jangkauan jarak layanan yang lebih pendek dan kemampuan transfer data yang lebih rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya bluetooth diciptakan bukan hanya menggantikan atau menghilangkan penggunaan kabel didalam melakukan pertukaran informasi, tetapi juga mampu menawarkan fitur yang baik untuk teknologi mobile wireless dengan biaya yang relatif rendah, konsumsi daya yang rendah, interoperability yang menjanjikan, mudah dalam pengoperasian dan mampu menyediakan layanan yang bermacam-macam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Perkembangan Sejarah Perangkat&lt;br /&gt;Nama bluetooth berawal dari proyek prestisius yang dipromotori oleh perusahaan-perusahaan raksasa internasional yang bergerak di bidang telekomunikasi dan komputer, di antaranya Ericsson, IBM, Intel, Nokia, dan Toshiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek ini di awal tahun 1998 dengan kode nama bluetooth, karena terinspirasi oleh seorang raja Viking (Denmark) yang bernama Harald Blatand. Raja Harald Blatand ini berkuasa pada abad ke-10 dengan menguasai sebagian besar daerah Denmark dan daerah Skandinavia pada masa itu. Dikarenakan daerah kekuasaannya yang luas, raja Harald Blatand ini membiayai para ilmuwan dan insinyur untuk membangun sebuah proyek berteknologi metamorfosis yang bertujuan untuk mengontrol pasukan dari suku-suku di daerah Skandinavia tersebut dari jarak jauh. Maka untuk menghormati ide raja Viking tersebut, yaitu Blatand yang berarti bluetooth (dalam bahasa Inggris) proyek ini diberi nama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah table perkembangan teknologi Bluetooth :&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_0XBkSTHyhXE/SFc4uZGmf7I/AAAAAAAAAEE/9eNqFAEi7wo/s1600-h/4444.bmp"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_0XBkSTHyhXE/SFc4uZGmf7I/AAAAAAAAAEE/9eNqFAEi7wo/s320/4444.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5212697463368351666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bluetooth menggunakan salah satu dari dua jenis frekuensi Spread Specturm Radio yang digunakan untuk kebutuhan wireless. Jenis frekuensi yang digunakan adalah Frequency Hopping Spread Spedtrum (FHSS), sedangkan yang satu lagi yaitu Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS) digunakan oleh IEEE802.11xxx. Transceiver yang digunakan oleh bluetooth bekerja pada frekuensi 2,4 GHz unlicensed ISM (Industrial, Scientific, and Medical).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada beberapa negara terdapat perbedaan penggunaan frekuensi dan channel untuk Bluetooth ini. Seperti di Amerika dan Eropa, frekuensi yang digunakan adalah dari 2400–2483,5 yang berarti menggunakan 79 channel. Cara perhitungannya sebagai berikut : untuk RF Channel yang bekerja frekuensi f = 2402+k MHz, di mana k adalah jumlah channel yang digunakan yaitu : 0 sampai dengan 78 = 2402+79 = 2481 MHz. Kemudian ditambah dengan pengawal frekuensi yang diset pada 2 MHz sampai dengan 3,5 MHz untuk lebar pita gelombang 1 MHz, sehingga totalnya menjadi 2481+2,5 = 2483,5 MHz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Cara Kerja Perangkat&lt;br /&gt;Protokol bluetooth menggunakan sebuah kombinasi antara circuit switching dan packet switching. Bluetooth dapat mendukung sebuah kanal data asinkron, tiga kanal suara sinkron simultan atau sebuah kanal dimana secara bersamaan mendukung layanan data asinkron dan suara sinkron. Setiap kanal suara mendukung sebuah kanal suara sinkron 64 kb/s. Kanal asinkron dapat mendukung kecepatan maksimal 723,2 kb/s asimetris, dimana untuk arah sebaliknya dapat mendukung sampai dengan kecepatan 57,6 kb/s. Sedangkan untuk mode simetris dapat mendukung sampai dengan kecepatan 433,9 kb/s.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah perangkat yang memiliki teknologi wireless bluetooth akan mempunyai kemampuan untuk melakukan pertukaran informasi dengan jarak jangkauan sampai dengan 10 meter (~30 feet), bahkan untuk daya kelas 1 bisa sampai pada jarak 100 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem bluetooth terdiri dari sebuah radio transceiver, baseband link Management dan Control, Baseband (processor core, SRAM, UART, PCM USB Interface), flash dan voice code. sebuah link manager. Baseband link controller menghubungkan perangkat keras radio ke baseband processing dan layer protokol fisik. Link manager melakukan aktivitas-aktivitas protokol tingkat tinggi seperti melakukan link setup, autentikasi dan konfigurasi. Secara umum blok fungsional pada sistem bluetooth secara umum dapat dilihat pada Gambar 1 dibawah ini.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_0XBkSTHyhXE/SFc1H5zz-EI/AAAAAAAAADs/xjOyCmis5vY/s1600-h/111.bmp"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_0XBkSTHyhXE/SFc1H5zz-EI/AAAAAAAAADs/xjOyCmis5vY/s320/111.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5212693503598131266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1. Blok fungsional sistem bluetooth.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_0XBkSTHyhXE/SFc20_GN9yI/AAAAAAAAAD0/dHrao8iBiMg/s1600-h/2222.bmp"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_0XBkSTHyhXE/SFc20_GN9yI/AAAAAAAAAD0/dHrao8iBiMg/s320/2222.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5212695377623250722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 2. Layer-layer pada sistem bluetooth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga buah lapisan  fisik yang sangat penting dalam protokol arsitektur Bluetooth ini adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bluetooth radio, adalah lapis terendah dari spesifikasi Bluetooth. Lapis ini mendefinisikan persyaratan yang harus dipenuhi oleh perangkat tranceiver yang beroperasi pada frekuensi 2,4 GHz ISM.&lt;br /&gt;2. Baseband, lapis yang memungkinkan hubungan RF terjadi antara beberapa unit Bluetooth membentuk piconet. Sistem RF dari bluetooth ini menggunakan frekuensi-hopping-spread spectrum yang mengirimkan data dalam bentuk paket pada time slot dan frekuensi yang telah ditentukan, lapis ini melakukan prosedur pemeriksaan dan paging untuk sinkronisasi  transmisi frekuensi hopping dan clock dari perangkat bluetooth yang berbeda.&lt;br /&gt;3. LMP, Link Manager Protocol, bertanggung jawab terhadap link set-up antar perangkat Bluetooth. Hal ini termasuk aspek securiti seperti autentifikasi dan enkripsi dengan pembangkitan, penukaran dan pemeriksaan ukuran paket dari lapis baseband.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Bluetooth bekerja pada frekuensi 2.402GHz sampai 2.480GHz, dengan 79 kanal RF yang masing-masing mempunyai spasi kanal selebar 1 MHz, menggunakan sistem TDD (Time-Division Duplex). Secara global alokasi frekuensi bluetooth telah tersedia, namun untuk berbagai negara pengalokasian frekuensi secara tepat dan lebar pita frekuensi yang digunakan berbeda.  Penggunaan spektrum frekuensi 2.4 GHz secara global belum diatur. Namun ada beberapa persyaratan yang harus diikuti dalam penggunaannya. Hal ini meliputi :&lt;br /&gt;Spektrum dibagi menjadi 79 kanal frekuensi (walaupun beberapa negara seperti Perancis dan Spanyol hanya menyediakan 23 kanal frekuensi saja).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bandwidth dibatasi sampai 1 MHz per kanal.&lt;br /&gt;2. Penggunaan frekuensi hopping dalam metode pengiriman datanya&lt;br /&gt;3. Interferensi harus dapat diatasi dan ditangani dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi  RF banyak menggunakan spektrum frekuensi ini, seperti HomeRF (sebuah spesifikasi untuk komunikasi RF dalam lingkungan perumahan); dan juga IEEE 802.11 juga menggunakan spektrum ini untuk spesifikasi dari teknologi Wireless LAN. Oven microwave juga beroperasi dalam range frekuensi ini, karena spektrum frekuensi ini belum dilisensikan, maka banyak teknologi yang menggunakannya, sehingga radio interferensi sangat memungkinkan untuk terjadi. Oleh karena itu persyaratan dan pengalamatan mutlak diperlukan bagi teknologi yang menggunakan spektrum 2.4 GHz ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi bluetooth didesain untuk memberikan keuntungan yang optimal dari tersedianya spektrum ini dan mengurangi interferensi RF. Semuanya itu akan terjadi karena bluetooth beroperasi menggunakan level energi yang rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Teknologi Masa Depan&lt;br /&gt;Bluetooth merupakan teknologi yang berkembang sebagai jawaban atas kebutuhan komunikasi antar perlengkapan elektronik agar dapat saling mempertukarkan data dalam jarak yang terbatas menggunakan gelombang radio dengan frekuensi tertentu. Salah satu implementasi bluetooth yang populer adalah pada peralatan ponsel. Bluetooth adalah teknologi radio jarak pendek yang memberikan kemudahan konektivitas bagi peralatan-peralatan nirkabel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem bluetooth menyediakan layanan komunikasi point to point maupun komunikasi point to multipoint. Produk bluetooth dapat berupa PC card atau USB adapter yang dimasukkan ke dalam perangkat. Perangkat-perangkat yang dapat diintegerasikan dengan teknologi bluetooth antara lain : mobile PC, mobile phone, PDA (Personal Digital Assistant), headset, kamera digital, printer, router dan masih banyak peralatan lainnya. Aplikasiaplikasi yang dapat disediakan oleh layanan bluetooth ini antara lain : PC to PC file transfer, PC to PC file synch  (notebook to desktop), PC to mobile phone, PC to PDA, wireless headset, LAN connection via ethernet access point dan sebagainya. Contoh modul aplikasi beberapa peralatan yang kemungkinan dapat menggunakan teknologi bluetooth dapat dilihat seperti  Gambar  3 dibawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_0XBkSTHyhXE/SFc3gZetswI/AAAAAAAAAD8/qKV41dpXFck/s1600-h/33333.bmp"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_0XBkSTHyhXE/SFc3gZetswI/AAAAAAAAAD8/qKV41dpXFck/s320/33333.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5212696123439690498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 3. Contoh modul aplikasi beberapa bluetooth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;[1]   Siyamta, Pengantar Teknologi Bluetooth, Artikel Populer Ilmukomputer.com;&lt;br /&gt;[2] www.trendigital.com/20122005/Aplikasi/Koneksi.htm, diakses tanggal 10 Januari 2006.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6626502445833622631-263898753637414933?l=himatelpcr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himatelpcr.blogspot.com/feeds/263898753637414933/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://himatelpcr.blogspot.com/2008/06/teknologi-bluetooth.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6626502445833622631/posts/default/263898753637414933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6626502445833622631/posts/default/263898753637414933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himatelpcr.blogspot.com/2008/06/teknologi-bluetooth.html' title='Teknologi BLUETOOTH'/><author><name>HIMATEL AREA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11444130533225302160</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://bp0.blogger.com/_0XBkSTHyhXE/SGcdmD4zfDI/AAAAAAAAAFI/VkM0v0qsmPM/S220/telkom.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_0XBkSTHyhXE/SFc4uZGmf7I/AAAAAAAAAEE/9eNqFAEi7wo/s72-c/4444.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6626502445833622631.post-6672030745100261093</id><published>2008-06-16T06:32:00.000-07:00</published><updated>2008-06-16T06:37:40.391-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HIMATEL NEWS'/><title type='text'>Teknologi 4G</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4G&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; adalah singkatan dari istilah dalam bahasa Inggris: fourth-generation technology. Istilah ini umumnya digunakan mengacu kepada pengembangan teknologi telepon seluler. 4G merupakan pengembangan dari teknologi 3G. Nama resmi dari teknologi 4G ini menurut IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah "3G and beyond".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi 4G adalah istilah serapan dari bahasa Inggris: fourth-generation technology. Istilah ini umumnya digunakan untuk menjelaskan pengembangan teknologi telepon seluler.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perkembangan teknologi nirkabel dapat dirangkum sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Generasi pertama: hampir seluruh sistem pada generasi ini merupakan sistem analog dengan kecepatan rendah (low-speed) dan suara sebagai objek utama. Contoh: NMT (Nordic Mobile Telephone) dan AMPS (Analog Mobile Phone System).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Generasi kedua: dijadikan standar komersial dengan format digital, kecepatan rendah - menengah. Contoh: GSM dan CDMA2000 1xRTT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Generasi ketiga: digital, mampu mentransfer data dengan kecepatan tinggi (high-speed) dan aplikasi multimedia, untuk pita lebar (broadband). Contoh: W-CDMA (atau dikenal juga dengan UMTS) dan CDMA2000 1xEV-DO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara generasi kedua dan generasi ketiga, sering disisipkan Generasi 2,5 yaitu digital, kecepatan menengah (hingga 150 Kbps). Teknologi yang masuk kategori 2,5 G adalah layanan berbasis data seperti GPRS (General Packet Radio Service) dan EDGE (Enhance Data rate for GSM Evolution) pada domain GSM dan PDN (Packet Data Network) pada domain CDMA. 4G merupakan pengembangan dari teknologi 3G. Nama resmi dari teknologi 4G ini menurut IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah "3G and beyond". Sebelum 4G, High-Speed Downlink Packet Access (HSDPA) yang kadangkala disebut sebagai teknologi 3,5G telah dikembangkan oleh WCDMA sama seperti EV-DO mengembangkan CDMA2000. HSDPA adalah sebuah protokol telepon genggam yang memberikan jalur evolusi untuk jaringan Universal Mobile Telecommunications System (UMTS) yang akan dapat memberikan kapasitas data yang lebih besar (sampai 14,4 Mbit/detik arah turun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Definisi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem 4G akan dapat menyediakan solusi IP yang komprehensif dimana suara, data, dan arus multimedia dapat sampai kepada pengguna kapan saja dan dimana saja, pada rata-rata data lebih tinggi dari generasi sebelumnya. Belum ada definisi formal untuk 4G. Bagaimanapun, terdapat beberapa pendapat yang ditujukan untuk 4G, yakni: 4G akan merupakan sistem berbasis IP terintegrasi penuh. Ini akan dicapai setelah teknologi kabel dan nirkabel dapat dikenversikan dan mampu menghasilkan kecepatan 100Mb/detik dan 1Gb/detik baik dalam maupun luar ruang dengan kualitas premium dan keamanan tinggi. 4G akan menawarkan segala jenis layanan dengan harga yang terjangkau. Setiap handset 4G akan langsung mempunyai nomor IP v6 dilengkapi dengan kemampuan untuk berinteraksi internet telephony yang berbasis Session Initiation Protocol (SIP). Semua jenis radio transmisi seperti GSM, TDMA, EDGE, CDMA 2G, 2.5G akan dapat digunakan, dan dapat berintegrasi dengan mudah dengan radio yang di operasikan tanpa lisensi seperti IEEE 802.11 di frekuensi 2.4GHz &amp;amp; 5-5.8Ghz, bluetooth dan selular. Integrasi voice dan data dalam channel yang sama. Integrasi voice dan data aplikasi SIP-enabled.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Teknologi 4G di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sederhana, dapat diartikan bahwa teknologi 1G adalah telepon analog / PSTN yang menggunakan seluler. Sementara teknologi 2G, 2.5G, dan 3G merupakan ISDN. Indonesia secara umum pada saat ini baru memasuki tahap 2.5G. Berkaitan dengan teknologi 4G, SIP adalah protokol inti dalam internet telephony[1] yang merupakan evolusi terkini dari Voice over Internet Protocol maupun Telephony over Internet Protocol. Teknologi tersebut banyak di perdebatkan oleh operator, pemerintah dan DPR belakangan ini. Tidak lama lagi internet telephony akan menjadi tulang punggung utama infrastruktur telekomunikasi. Teknologi internet telephony memungkinkan pembangun infrastruktur telekomunikasi rakyat secara swadaya masyarakat (tanpa Bank Dunia, IMF maupun ADB) bahkan mungkin tanpa kontrol pemerintah sama sekali. Dengan teknologi SIP dalam 4G, nomor telepon PSTN hanyalah sebagian kecil dari identifikasi telepon. Bagian besarnya akan dilakukan menggunakan URL. Kita tidak lagi perlu bergantung pada nomor telepon yang dikendalikan oleh pemerintah untuk berkomunikasi via internet-telepon. Infrastruktr internet telephony memungkinkan kita untuk menyelenggarakan sendiri banyak hal tanpa tergantung lisensi pemerintah dan tidak melanggar hukum. Teknologi 4G juga akan menyebabkan kemunduran bagi teknologi Internet Network (IN) yang saat ini merupakan infrastruktur telekomunikasi yang digunakan berbagai provider. Hal tersebut disebabkan terbukanya jalur arus bawah yang dapat didownload dan diakses gratis dari internet.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt;Standar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt;Telepon genggam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;0G: &lt;/span&gt;ARP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1G&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;* NMT&lt;br /&gt;   * AMPS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2G&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   * GSM&lt;br /&gt;   * iDEN&lt;br /&gt;   * D-AMPS&lt;br /&gt;   * cdmaOne&lt;br /&gt;   * PDC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.5G&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;GPRS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.75G&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;EDGE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3G&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   * CDMA&lt;br /&gt;   * W-CDMA&lt;br /&gt;    o UMTS&lt;br /&gt;    o FOMA&lt;br /&gt;   * CDMA2000&lt;br /&gt;   * TD-SCDMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.5G&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4G&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6626502445833622631-6672030745100261093?l=himatelpcr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himatelpcr.blogspot.com/feeds/6672030745100261093/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://himatelpcr.blogspot.com/2008/06/teknologi-4g.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6626502445833622631/posts/default/6672030745100261093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6626502445833622631/posts/default/6672030745100261093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himatelpcr.blogspot.com/2008/06/teknologi-4g.html' title='Teknologi 4G'/><author><name>HIMATEL AREA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11444130533225302160</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://bp0.blogger.com/_0XBkSTHyhXE/SGcdmD4zfDI/AAAAAAAAAFI/VkM0v0qsmPM/S220/telkom.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6626502445833622631.post-4744421196921917</id><published>2008-06-15T04:53:00.000-07:00</published><updated>2008-06-15T04:54:55.456-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HIMATEL NEWS'/><title type='text'>Menikmati Hidup Anda</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Apakah Anda menikmati saat-saat santai bersama keluarga?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Apakah Anda sadar sekali mengenai maksud dan tujuan hidup Anda? Lantas, apakah Anda depresi? Apakah Anda perlu curhat?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal kecil dan rutin bisa membuat hidup Anda membosankan. Tetapi tidak banyak dari kita yang menyadari bahwa hal-hal yang kita hadapi sehari-hari bisa membuat hidup ini indah. Untuk mengetesnya, jawablah "ya" atau "tidak" pada pertanyaan-pertanyaan berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menghadapi tugas sehari-hari memberikan kepuasan kepada saya&lt;br /&gt;2. Saya memiliki karier dan tujuan hidup yang jelas&lt;br /&gt;3. Hidup saya tidak berguna&lt;br /&gt;4. Saya menikmati bila berada bersama sahabat-sahabat saya&lt;br /&gt;5. Saya tidak ingin merubah kehidupan saya secara drastis bila ternyata hidup saya hanya tinggal enam bulan lagi&lt;br /&gt;6. Saya memiliki pikiran yang serius tentang bunuh diri&lt;br /&gt;7. Saya mempunyai alasan mengapa saya di sini&lt;br /&gt;8. Pekerjaan saya membuat hidup saya berarti&lt;br /&gt;9. Saya kurang berarti di dalam kehidupan saya&lt;br /&gt;10.Saya memiliki kedamaian di dalam diri saya&lt;br /&gt;11.Saya berbahagia&lt;br /&gt;12.Saya menghabiskan hidup saya dengan melakukan apa yang "harus" saya lakukan bukan melakukan apa yang "ingin" saya lakukan&lt;br /&gt;13. Saya dapat menentukan tujuan hidup saya&lt;br /&gt;14. Karier saya merefleksikan tujuan hidup saya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikan nilai 1 untuk setiap "tidak" dan nilai 0 jika "ya" pada pernyataan 3, 6, 9 dan 12. Sedangkan berikan nilai 1 untuk setiap "ya" dan nilai 0 jika "tidak" pada pernyataan-pernyataan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Semakin tinggi nilai Anda, semakin Anda terlibat pada kegiatan-kegiatan yang memberi Anda kepekaan arti, arah, dan kepuasan dalam kehidupan. Anda jujur dengan diri sendiri, menikmati hidup, dan sangat mungkin untuk mencapai sasaran yang Anda tuju. Berbagai kegiatan, kegemaran, dan kegiatan-kegiatan yang lain merefleksikan kesatuan maksud dan tujuan hidup Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila nilai Anda tujuh atau lebih rendah, kehidupan Anda kurang berarti dan kurangnya tujuan akan karier maupun hidup Anda. Anda mungkin bosan, jenuh, gelisah dan tidak mempunyai tujuan. Untuk mengembangkan arti yang lebih tentang kehidupan, lakukan refleksi diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tentukan apa yang penting bagi Anda. Apa arti sukses bagi Anda? Jangan mencoba melakukan sesuatu karena orang lain. Belajar bagaimana mengatakan 'tidak' secara sopan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pertimbangkan bagaimana Anda merubah kehidupan Anda bila Anda tahu bahwa hidup Anda hanya tinggal enam bulan lagi. Bila Anda ingin mengganti pekerjaan atau kembali ke bangku kuliah, atau bahkan ingin melakukan suatu hobi yang sebelumnya belum pernah Anda lakukan, mulai saat ini lakukanlah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Konsentrasikan pikiran Anda pada saat ini. Jangan menyesal belakangan. Apa yang sungguh-sungguh ingin Anda capai? Ingin menjadi siapakah Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Buat pernyataan tentang apa yang akan Anda lakukan bila uang bukan masalah bagi Anda. Bila Anda melakukan sesuatu pekerjaan hanya untuk membayar tagihan, artinya uang lebih penting daripada tujuan hidup Anda. Bagaimana Anda dapat menghasilkan uang dengan melakukan hal yang Anda sukai? Rosi, misalnya, dulu adalah seorang akuntan, namun sekarang dirinya dikenal sebagai penjual barang-barang tembikar yang memang ia sukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tetapkan tujuan Anda. Tujuan Danu adalah merawat hewan. Dia menjadikan hal ini sebagai bisnis -merawat hewan peliharaan ketika keluarga majikan hewan tersebut pergi liburan dan mengajak anjing mereka berjalan-jalan. Contoh lainnya adalah Mita, yang memiliki tujuan bergaul/menjalin hubungan dengan orang lain. Dia kemudian menjadi seorang editor majalah yang sukses, penyiar radio, sekaligus fotografer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Untuk menetapkan tujuan Anda, perhatikan tema-tema yang muncul mulai dari latihan-latihan yang telah dilakukan terlebih dahulu dan juga pertanyaan-pertanyaan berikut: apa kelebihan dan prestasi Anda? Komentar apa yang Anda inginkan diucapkan oleh rekan-rekan sekerja tentang kontribusi Anda? Apa yang akan Anda lakukan bila Anda seorang milyuner? Kegiatan apa yang sangat membekas yang Anda lakukan di masa kecil Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Sosok manusia yang bagaimana yang Anda inginkan dari diri Anda di lima tahun mendatang? Siapa yang Anda kagumi? Keterampilan, minat, dan kebutuhan apa yang ingin Anda gunakan agar pekerjaan Anda ideal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memastikan misi Anda, bahas tema-tema tadi dengan teman Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuliskan pernyataan misi yang menggambarkan gairah Anda berdasarkan kunci tema. Telusuri tugas-tugas tersebut. Buat tujuan Anda secara spesifik agar dapat membantu Anda dalam mencapai pekerjaan yang Anda sukai. Susun rencana untuk mencapai tujuan. Bersikap fleksibel; tujuan Anda bisa saja berubah seiring berjalannya waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cita-cita merupakan penunjuk untuk keberhasilan dan kegagalan. Dengan mengetahui cita-cita, maka Anda akan semangat dalam melakukan apa yang sangat ingin Anda lakukan. Anda akan berhasil mencapai tujuan tersebut, dan lebih mudah mengambil risiko serta mengendalikan ketakutan Anda. Anda akan mampu mengubah kehidupan menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;)…… slamat mencoba…. Kasi tau hasil praktekmu.. ke&lt;br /&gt;himatel.pcr@gmail.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6626502445833622631-4744421196921917?l=himatelpcr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himatelpcr.blogspot.com/feeds/4744421196921917/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://himatelpcr.blogspot.com/2008/06/menikmati-hidup-anda.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6626502445833622631/posts/default/4744421196921917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6626502445833622631/posts/default/4744421196921917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himatelpcr.blogspot.com/2008/06/menikmati-hidup-anda.html' title='Menikmati Hidup Anda'/><author><name>HIMATEL AREA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11444130533225302160</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://bp0.blogger.com/_0XBkSTHyhXE/SGcdmD4zfDI/AAAAAAAAAFI/VkM0v0qsmPM/S220/telkom.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6626502445833622631.post-1675884522390099301</id><published>2008-06-14T20:31:00.000-07:00</published><updated>2008-06-14T21:21:54.248-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HIMATEL NEWS'/><title type='text'>Kode Rahasia HP Nokia</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Nih.. HIMATEL coba kasih tahu buat temen2 yang suka ngotak ngatik HP nokia&lt;br /&gt;Daftar Kode Rahasia nokia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Melihat IMEI (International Mobile Equipment Identity)&lt;br /&gt;Caranya tekan * # 0 6 #&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Melihat versi software, tanggal pembuatan softwre dan jenis kompresi software&lt;br /&gt;Caranya tekan * # 0 0 0 0 #&lt;br /&gt;Jika tidak berhasil coba pencet * # 9 9 9 9 #&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Melihat status call waiting&lt;br /&gt;Caranya tekan * # 4 3 #&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;4. Melihat nomor / nomer private number yang menghubungi ponsel anda&lt;br /&gt;Caranya tekan * # 3 0 #&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Menampilkan nomer pengalihan telepon all calls&lt;br /&gt;Caranya tekan * # 2 1 #&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Melihat nomor penelepon pada pengalihan telepon karena tidak anda jawab (call divert on)&lt;br /&gt;Caranya tekan * # 6 1 #&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Melihat nomor penelepon pada pengalihan telepon karena di luar jangkauan (call divert on)&lt;br /&gt;Caranya tekan * # 6 2 #&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Melihat nomor penelepon pada pengalihan telepon karena sibuk (call divert on)&lt;br /&gt;Caranya tekan * # 6 7 #&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Merubah logo operator pada nokia type 3310 dan 3330&lt;br /&gt;Caranya tekan * # 6 7 7 0 5 6 4 6 #&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Menampilkan status sim clock&lt;br /&gt;Caranya tekan * # 7 4 6 0 2 5 6 2 5 #&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Berpindah ke profil profile ponsel anda&lt;br /&gt;Caranya tekan tombol power off tanpa ditahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Merubah seting hp nokia ke default atau pabrikan&lt;br /&gt;Caranya tekan * # 7 7 8 0 #&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Melakukan reset timer ponsel dan skor game ponsel nokia&lt;br /&gt;Caranya tekan * # 7 3 #&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Melihat status call waiting&lt;br /&gt;Caranya tekan * # 4 3 #&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Melihat kode pabrik atau factory code&lt;br /&gt;Caranya tekan * # 7 7 6 0 #&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Menampilkan serial number atau nomer seri hp, tanggal pembuatan, tanggal pembelian, tanggal servis terakhir, transfer user data. Untuk keluar ponsel harus direset kembali.&lt;br /&gt;Caranya tekan * # 92702689 #&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Melihat kode pengamanan ponsel anda&lt;br /&gt;Caranya tekan * # 2 6 4 0 #&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Melihat alamat ip perangkat keras bluetooth anda&lt;br /&gt;Caranya tekan * # 2 8 2 0 #&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Mengaktifkan EFR dengan kualitas suara terbaik namun boros energi batere. Untuk mematikan menggunakan kode yang sama.&lt;br /&gt;Caranya tekan * # 3 3 7 0 #&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Mengaktifkan EFR dengan kualitas suara terendah namun hemat energi batere. Untuk mematikan menggunakan kode yang sama.&lt;br /&gt;Caranya tekan * # 4 7 2 0 #&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Menuju isi phone book dengan cepat di handphone nokia&lt;br /&gt;Caranya tekan nomer urut lalu # contoh : 150#&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Mengalihkan panggilan ke nomor yang dituju untuk semua panggilan&lt;br /&gt;Caranya tekan * * 2 1 * Nomor Tujuan #&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Mengalihkan panggilan ke nomor yang dituju untuk panggilan yang tidak terjawab&lt;br /&gt;Caranya tekan * * 6 1 * Nomor Tujuan #&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Mengalihkan panggilan ke nomor yang dituju untuk panggilan ketika telepon hp anda sedang sibuk&lt;br /&gt;Caranya tekan * * 6 7 * Nomor Tujuan #&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*3370# Untuk mengaktifkan Full Rate Codec (EFR) - HP Nokia kamu akan memiliki kualitas suara yang maksimal tapi, waktu bicara akan berkurang sekitar 5%&lt;br /&gt;#3370# Untuk mematikan Full Rate Codec (EFR)&lt;br /&gt;*#4720# Mengaktifkan Half Rate Codec - Ponsel nokia kamu akan memiliki kualitas suara terendah, tetapi akan meningkatkan waktu bicara (Talk time) sekitar 30%&lt;br /&gt;*#4720# Mematikan fungsi Half Rate Codec&lt;br /&gt;*#0000# Menampilkan informasi firmware ponsel&lt;br /&gt;*#9999# Menampilkan informasi firmware ponsel jika *#0000# ngga jalan&lt;br /&gt;*#06# Untuk mengetahui International Mobile Equipment Identity (IMEI Number) kita&lt;br /&gt;#pw+1234567890+1# Mengunci status provider. (gunakan tanda "*" untuk memisahkan antara "p,w" dan tanda "+" )&lt;br /&gt;#pw+1234567890+2# Mengunci status Network. (gunakan tanda "*" untuk memisahkan antara "p,w" dan tanda "+" )&lt;br /&gt;#pw+1234567890+3# Mengunci Status Country. (gunakan tanda "*" untuk memisahkan antara "p,w" dan tanda "+" )&lt;br /&gt;#pw+1234567890+4# Mengunci status SIM Card. (gunakan tanda "*" untuk memisahkan antara "p,w" dan tanda "+" )&lt;br /&gt;*#147# mengetahui siapa yang nelpon kamu terakhir kali (hanya untuk vodofone)&lt;br /&gt;*#1471# panggilan terakhir (hanya nntuk vodofone)&lt;br /&gt;*#21# Mengetahui kemana semua panggilan dialihkan&lt;br /&gt;*#2640# Menampilkan security code yang sedang digunakan&lt;br /&gt;*#30# untuk menampilkan private number (Biasanya IM3 neh)&lt;br /&gt;*#43# untuk memeriksa status "Call Waiting" di ponsel kamu.&lt;br /&gt;*#61# untuk memeriksa nomor panggilan yang "On No Reply"&lt;br /&gt;*#62# untuk memeriksa nomor panggilan yang "Divert If Unreachable (no service)" dan mengetahui kemana dialihkannya&lt;br /&gt;*#67# untuk memeriksa nomor panggilan yang "On Busy Calls" dan mengetahui kemana dialihkannya&lt;br /&gt;*#67705646# untuk menghilangkan logo operator pada 3310 &amp; 3330&lt;br /&gt;*#73# Untuk menghapus timer ponsel dan score pada games ponsel&lt;br /&gt;*#746025625# Menampilkan SIM Lock Status, kalo ponsel kamu mendukung fungsi power saving "SIM Clock Stop Allowed", itu berarti kamu bisa mendapatkan waktu terbaik untuk standby (Berapa lama kamu standby)&lt;br /&gt;*#7760# kode produk&lt;br /&gt;*#7780# mengembalikan settingan pabrik&lt;br /&gt;*#8110# melihat versi untuk nokia 8110&lt;br /&gt;*#92702689# menampilkan - 1.Serial Number, 2.Date Made, 3.Purchase Date, 4.Date of last repair (0000 untuk no repair), 5.Transfer User Data. Untuk keluar dari mode ini, kamu perlu me-restart HP kamu&lt;br /&gt;*#94870345123456789# mematikan fungsi PWM-Mem&lt;br /&gt;**21*nomorhp# menghidupkan "All Calls" dan mengalikan ke nomer yang tertulis&lt;br /&gt;**61*nomorhp# menghidupkan "No Reply" dan mengalikan ke nomer yang tertulis&lt;br /&gt;**67*nomorhp# menghidupkan "On Busy" dan mengalikan ke nomer yang tertulis&lt;br /&gt;12345 ini security code bawaan nokia (Standard)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan Tambahan :&lt;br /&gt;- Kode diinput tanpa spasi&lt;br /&gt;- Ada kode-kode nokia yang berlaku pada tipe tertentu saja&lt;br /&gt;- Kode pengalihan saat ini hanya support untuk sebagian provider gsm saja.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6626502445833622631-1675884522390099301?l=himatelpcr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himatelpcr.blogspot.com/feeds/1675884522390099301/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://himatelpcr.blogspot.com/2008/06/kode-rahasia-hp-nokia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6626502445833622631/posts/default/1675884522390099301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6626502445833622631/posts/default/1675884522390099301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himatelpcr.blogspot.com/2008/06/kode-rahasia-hp-nokia.html' title='Kode Rahasia HP Nokia'/><author><name>HIMATEL AREA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11444130533225302160</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://bp0.blogger.com/_0XBkSTHyhXE/SGcdmD4zfDI/AAAAAAAAAFI/VkM0v0qsmPM/S220/telkom.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6626502445833622631.post-5764030238321579899</id><published>2008-06-14T02:42:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T10:18:00.898-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Contact Us'/><title type='text'>Contact Us</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_0XBkSTHyhXE/SFOSuuKHYTI/AAAAAAAAADA/PmUenyGaNKA/s1600-h/telkom.gif"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_0XBkSTHyhXE/SFOSuuKHYTI/AAAAAAAAADA/PmUenyGaNKA/s320/telkom.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5211670525159891250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;HIMATEL PCR&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Himpunan Mahasiswa Teknik Telekomunikasi&lt;br /&gt;Politeknik Caltex Riau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0); font-weight: bold;"&gt;Address:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);"&gt;Jl. Umbansari no 1 Rumbai - Pekanbaru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);"&gt;Pekanbaru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);"&gt;Provinsi Riau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);"&gt;28265&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Telephone:+62 0761 53939&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Fax      :+62 0761 554224&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Email:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;himatelpcr@gmail.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;himatelpcr@yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Information:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Silahkan menghubungi kami jika memerlukan informasi apapun tentang kampus kami.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6626502445833622631-5764030238321579899?l=himatelpcr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himatelpcr.blogspot.com/feeds/5764030238321579899/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://himatelpcr.blogspot.com/2008/06/contact-us_1753.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6626502445833622631/posts/default/5764030238321579899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6626502445833622631/posts/default/5764030238321579899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himatelpcr.blogspot.com/2008/06/contact-us_1753.html' title='Contact Us'/><author><name>HIMATEL AREA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11444130533225302160</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://bp0.blogger.com/_0XBkSTHyhXE/SGcdmD4zfDI/AAAAAAAAAFI/VkM0v0qsmPM/S220/telkom.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_0XBkSTHyhXE/SFOSuuKHYTI/AAAAAAAAADA/PmUenyGaNKA/s72-c/telkom.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6626502445833622631.post-4648510774064872363</id><published>2008-06-14T00:22:00.000-07:00</published><updated>2008-06-14T21:25:47.703-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HIMATEL NEWS'/><title type='text'>CDMA VS GSM</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;SAAT ini masyarakat pengguna telpon seluler mengenal dua kubu besar, yaitu GSM dan CDMA. Keduanya jelas dapat dipakai untuk menelpon, karena memang fungsi utamanya memang itu. Yang agak berbeda adalah fungsi-fungsi tambahannya dan kualitas masing-masing fitur. Lalu bagaimana kita membandingkan keduanya? Artkel ini akan menguraikan agak rinci beberapa sisi teknologi GSM dan CDMA, semata-mata untuk menambah wawasan pembaca terhadap teknologi yang sehari-hari kita pakai ini.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;div class="snap_preview"&gt; &lt;p&gt;Selama ini kita mengenal GSM sebagai singkatan dari Global System for Mobile Communication dan CDMA adalah Code Division Multiple Access. Kita juga sudah tahu bahwa pemain (operator) besar GSM adalah Indosat, Telkomsel, dan XL sementara pemain CDMA adalah Telkom Flexi, StarOne, dan Esia. Sebenarnya, mana yang lebih baik antara teknologi CDMA dan GSM?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebuah pertanyaan sederhana tetapi sulit dijawab. Kalau kita menganut semboyan pemenangnya adalah suara terbanyak, dapat kita lihat Tabel 1 yang dikutip dari Wireless Intelligence. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data tersebut mencakup data hingga kuartal ke-3 tahun 2005, jadi masih cukup up-to-date. Semua teknologi telpon (baik nirkabel maupun telpon kabel) dan banyaknya pengguna dapat dilihat pada tabel tersebut. Dari tabel 1 terlihat bahwa dari semua pemakai telpon di dunia ini yang berjumlah 2 miliar lebih, sekitar 2/3-nya (sejumlah 1,5 miliar lebih) menggunakan GSM. Pemakai CDMA hanya 63 juta orang. Memang masih ada variasi lain dari CDMA dan GSM (misalnya CDMA 1x EV-DO dan TDMA), tetapi tambahan angkanya juga tidak banyak mempengaruhi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau Anda ingin tahu dari pengguna telpon GSM yang mencapai 1,5 miliar lebih itu tersebar ke belahan bumi mana saja, silahkan lihat Tabel 2. Dalam tabel tersebut terlihat bahwa pemakai GSM sebagian besar ada di Asia (sebanyak 37,4%) dan Eropa (39,2%). Di Amerika dan Kanada, bahkan sangat sedikit, karena kurang dari 4%.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal ini tidak mengherankan, karena memang Amerika Serikat dan Kanada menggunakan teknologi CDMA untuk layanan telpon seluler mereka. Mereka pasti punya alasan yang kuat untuk memilih teknologi tersebut. Di Asia sendiri, dua negara kuatnya, Jepang dan Korea, tidak menggunakan GSM! Jangan heran bila Anda berwisata ke Jepang dan membeli ponsel di sana, tidak akan dapat dipakai di Indonesia. (Anehnya, kedua negara tersebut sangat sukses memasarkan ponsel GSM ke negara lain.) Kedua negara maju Asia ini pasti juga punya alasan mengapa tidak suka kepada GSM.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekarang mari kita lihat teknologi apa saja yang dimiliki masing-masing teknologi ponsel tersebut, meskipun sebenarnya tidak tepat dan memang tidak mudah memisahkan keduanya. Ada baiknya kita lihat juga sejarah perkembangan telpon -khususnya telpon seluler-di dunia ini. Anda pasti pernah mendengar teknologi 3G (dibaca ‘tri-ji’, singkatan dari third generation, atau generasi ketiga teknologi telpon seluler).&lt;br /&gt;Teknologi ponsel dimulai dari 0G, 1G, 2G, 3G, dan tahun 2006 ini akan muncul teknologi 4G. Sekarang kita masih banyak menggunakan teknologi 2G.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Teknologi 0G diluncurkan pada tahun 1971 di Finlandia, yang menjadi negara pertama menjual teknologi telpon mobil (berasal dari kata mobile yang artinya ‘bergerak’. Telpon mobil bentuknya seperti pesawat komunikasi yang digunakan para tentara di medan perang. Ada kotak sebesar kopor dan pesawat telpon seperti handset untuk telpon rumah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hampir 10 tahun kemudian, teknologi 1G (first generation atau generasi pertama) yang mulai tanpa kabel atau nirkabel (dan sudah disebut seluler) mulai diproduksi dan dijual di beberapa negara Eropa, misalnya negara-negara Skandinavia, Rusia, Perancis, Italia, dan Jerman. Teknologi ini sering disebut teknologi NMT (Nordic Mobile Telephone), karena memang dirancang oleh negara-negara Eropa sebelah utara (hingga sekarang pun produsen ponsel terbesar di dunia masih mereka pegang). Pada teknologi 1G ini, juga mulai dikenalkan sistem AMPS di Amerika Serikat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Juga dalam kurun waktu hampir 10 tahun, menjelang tahun 1990an, muncullah teknologi 2G (second generation atau generasi kedua). Perbedaan utama dengan teknologi 1G adalah teknologi 2G sudah menggunakan sistem digital, sedang 1G masih analog. Dengan sistem analog, pembicaraan seseorang dapat disadap dengan mudah. Pada waktu telpon AMPS mulai dipasarkan di Indonesia dulu, pembicaraan dengan telpon AMPS dapat disadap dengan pesawat radio komunikasi (rig). Dengan teknologi 2G yang sudah digital, penyadapan seperti ini tidak dimungkinkan lagi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Teknologi 2G dapat dibagi ke dalam dua kelompok besar, yaitu TDMA (time division multiple access) dan CDMA (code division multiple access). TDMA sendiri berkembang ke dalam beberapa versi, yaitu GSM di Eropa, IDEN di Amerika, PDC di Jepang. Sedangkan CDMA berkembang pesat di AS dan Kanada. Kemampuan mencolok teknologi 2G adalah tidak hanya dapat digunakan untuk telpon, tetapi juga untuk SMS.&lt;br /&gt;Teknologi 2G ada perbaikan cukup signifikan, sehingga muncullah variannya, yaitu 2.5G dan 2.75G. Varian ini tidak dibuat oleh konsorsium, tetapi sebagai strategi pemasaran oleh beberapa pabrik ponsel. Ciri khas teknologi 2.5G (generasi dua setengah) adalah teknologi GPRS (global package radio service) yang dapat digunakan untuk berkirim data dalam jumlah besar, tidak seperti SMS yang hanya dapat mengirim dan menerima alfanumerik saja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Generasi 2.5G ini ada juga yang menamakannya dengan generasi 2.75G, karena lebih dekat dengan teknologi 3G. Teknologi 2.5G (atau 2.75G) ini, di sistem GSM disebut sistem EDGE (Enhanced Data rates for GSM Evolution) sedang pada sistem CDMA disebut dengan CDMA 2000 1x. Keduanya memiliki kecepatan transfer data mendekati 144KB/detik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Teknologi 2G inilah yang hari ini banyak kita gunakan, meskipun kita sudah sesekali mendengar kalau operator ponsel di Indonesia sudah menguji coba sistem 3G. Kemampuan yang dimiliki oleh generasi 3G adalah kecepatan transfer datanya yang sangat tinggi dan dalam jumlah banyak, sehingga bahkan dapat digunakan untuk aplikasi telepon video. Beberapa merek ponsel juga sudah mengeluarkan ponsel yang diberi label “3G ready”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat ini, teknologi ini masih terhitung mahal, sehingga belum begitu mendapat sambutan dari pasar.&lt;br /&gt;Meskipun di berbagai belahan dunia teknologi 3G belum berhasil, lain halnya di Korea Selatan dan Jepang, yang telah sedemikian maju teknologi ponselnya. Mereka sudah memiliki ponsel seukuran kartu kredit yang juga dapat digunakan untuk melihat televisi satelit. Gambarnya sudah barang tentu sangat jernih dan suaranya yahud, tidak seperti video streaming yang sering kita lihat di televisi kita untuk memantau arus lalu lintas di beberapa kota besar dan gambarnya terlihat tidak halus dan terputus-putus. Di Jepang, saat ini pengguna teknologi 2G sudah menyusut sebesar 40% dan diperkirakan tahun 2006 nanti akan semakin habis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Teknologi 4G saat ini sudah mulai dikembangkan di beberapa negara pioner ponsel. Mereka menjanjikan kapasitas transfer data hingga sebesar 100MB/detik. Kalau janji para pembuatnya terpenuhi, kita dapat mengirim data atau film DVD hanya dalam waktu 40 detik saja (tidak sampai satu menit!).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai perbandingan, kecepatan tertinggi teknologi 2G yang kita pakai sekarang ini adalah 144KB/detik, meskipun dalam kenyataannya kita sudah beruntung kalau dapat menggunakan 5KB/ detik saja dalam mentransfer data!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perkembangan ke dalam beberapa generasi di atas diatur oleh ITU (International Telecommunication Union) yang berkedudukan di Jenewa, Swiss. ITU bertugas mengatur penggunaan frekuensi dan teknik komunikasi di seluruh dunia. ITU didirikan pada 17 Mei 1865 di Paris dan merupakan badan di bawah naungan PBB.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6626502445833622631-4648510774064872363?l=himatelpcr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himatelpcr.blogspot.com/feeds/4648510774064872363/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://himatelpcr.blogspot.com/2008/06/cdma-vs-gsm.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6626502445833622631/posts/default/4648510774064872363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6626502445833622631/posts/default/4648510774064872363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himatelpcr.blogspot.com/2008/06/cdma-vs-gsm.html' title='CDMA VS GSM'/><author><name>HIMATEL AREA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11444130533225302160</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://bp0.blogger.com/_0XBkSTHyhXE/SGcdmD4zfDI/AAAAAAAAAFI/VkM0v0qsmPM/S220/telkom.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6626502445833622631.post-4013159753033739506</id><published>2008-06-14T00:19:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T10:18:01.084-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HIMATEL NEWS'/><title type='text'>Teknologi 3G</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_0XBkSTHyhXE/SFSa_h_Ai2I/AAAAAAAAADI/rChTh_R_k7c/s1600-h/3g-button_c_300.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_0XBkSTHyhXE/SFSa_h_Ai2I/AAAAAAAAADI/rChTh_R_k7c/s200/3g-button_c_300.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5211961085019589474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3G ialah singkatan untuk Third-Generation atau Generasi Ketiga teknologi telefon bimbit. Teknologi 3G secara ringkasnya adalah satu sistem yang membolehkan pengguna berkomunikasi secara video dari telefon bimbit ke komputer riba. Selain itu pengguna juga boleh memuat turun lagu dan video dengan kadar sepuluh kali ganda lebih pantas berbanding teknologi kini.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;3G juga adalah teknologi rangkaian telekomunikasi tanpa wayar yang membolehkan video, audio dan data dihantar lebih cepat menerusi satu rangkaian jalur lebar tanpa wayar berbanding teknologi sedia ada.Teknologi yang semakin popular ini juga memberi perkhidmatan tanpa batasan seperti tayangan televisyen, pertunjukan multimedia, sidang video langsung, pelayaran laman web, e-mail, pesanan segera (instant messaging), sebagai mesin faksimili dan petunjuk peta.&lt;br /&gt;Telefon 3G lebih nipis, kecil dan menarik yang dilengkapi kamera dan video berkembar kini dilengkapi alat pejabat kecil yang membenarkan pengguna menyambungkan secara langsung dengan e-mel mereka.&lt;br /&gt;Jepun adalah negara pertama yang memperkenalkan sistem 3G, kerana selera meluas rakyatnya terhadap telefon digital berteknologi tinggi.Teknologi 3G sepatutnya merupakan satu standard dunia, tetapi telah berpecah kepada tiga.&lt;br /&gt;UMTS (W-CDMA),UMTS ( Universal Mobile Telephone System ) atau Sistem Telefon Bimbit Universal berasal daripada teknologi W- CDMA dan merupakan jawapan kepada negara yang lebih menggunakan GSM. Sistem ini berpusat di Eropah. UMTS diurus oleh 3GPP, organisasi yang turut menguruskan GSM, GPRS, dan EDGE.CDMA2000 adalah lanjutan kepada 2G CDMA standard IS-95. CDMA2000 berfungsi di luar zon GSM di Amerika Syarikat, Jepun dan Korea. CDMA2000 diuruskan oleh 3GPP2, satu syarikat berasingan dengan 3GPP.&lt;br /&gt;TD-SCDMA&lt;br /&gt;TD-SCDMA ialah standard 3G terbaru yang dibangunkan dengan kerjasama Siemens bersama syarikat China, Datung. Kedua dua syarikat ini akan melancarkan sistem ini pada tahun 2005.3G dan spekulasi teknolog.&lt;br /&gt;Lesen 3G dan spektrum radio dilelong di Eropah pada 1990an. Percaya untuk teknologi baru ini, syarikat syarikat telekomunikasi Eropah membelanjakan lebih €109 bilion untuk lesen, dan lebih kurang €200 bilion lagi untuk peralatan dan pemasaran.&lt;br /&gt;Apabila teknologi 3G gagal mendapatkan keuntungan, pelabur-pelabur dibebani dengan lesen yang tidak berharga dan hutang yang berlambak. Banyak syarikat menganggap 3G sebagai satu kegagalan, dan sesetengah cuba berbincang dengan kerajaan berkenaan perlesenan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6626502445833622631-4013159753033739506?l=himatelpcr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himatelpcr.blogspot.com/feeds/4013159753033739506/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://himatelpcr.blogspot.com/2008/06/teknologi-3g.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6626502445833622631/posts/default/4013159753033739506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6626502445833622631/posts/default/4013159753033739506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himatelpcr.blogspot.com/2008/06/teknologi-3g.html' title='Teknologi 3G'/><author><name>HIMATEL AREA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11444130533225302160</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://bp0.blogger.com/_0XBkSTHyhXE/SGcdmD4zfDI/AAAAAAAAAFI/VkM0v0qsmPM/S220/telkom.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_0XBkSTHyhXE/SFSa_h_Ai2I/AAAAAAAAADI/rChTh_R_k7c/s72-c/3g-button_c_300.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6626502445833622631.post-5456958904333748307</id><published>2008-06-13T10:14:00.000-07:00</published><updated>2008-06-14T21:32:36.829-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil Pengajar TELKOM'/><title type='text'>Profil Staf Pengajar Teknik Telekomunikasi</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;table border="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;p&gt;Mohammad Yanuar H. S.T, M.T&lt;/p&gt;&lt;p&gt;NIP: 007610 &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt; &lt;img src="http://telekomunikasi.pcr.ac.id/images/gambar/myh.jpg" alt=" " height="136" width="98" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Bidang Keahlian:&lt;br /&gt;Telecommunication Network&lt;br /&gt;Jabatan :&lt;br /&gt;Ka. Prodi Teknik Telekomunikasi&lt;br /&gt;Riwayat Pendidikan:&lt;br /&gt;D3 Teknik Telekomunikasi PENS-ITS&lt;br /&gt;S1 Teknik Elektro ITS&lt;br /&gt;S2 Teknik Elektro ITS&lt;br /&gt;Pelatihan Profesional:&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Metodologi Pengajaran&lt;br /&gt;Metodologi Penelitian&lt;br /&gt;In House Training, Installing and Configuring Panasonic&lt;br /&gt;PABX KX-TA308, Politeknik Caltex Riau 2003&lt;br /&gt;Design and Manufacturing Hybrid Spread-&lt;br /&gt;Spectrum Techniques&lt;br /&gt;Modulator for Education - AES 2002&lt;br /&gt;Penelitian :&lt;br /&gt;Pembebanan Trafik Agregate Pada Mekanisme Psl-&lt;br /&gt;Oriented Path&lt;br /&gt;Protection - AES 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;p&gt;Mochamad Susantok, S.ST&lt;/p&gt;&lt;p&gt;NIP: 018015 &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt; &lt;img src="http://telekomunikasi.pcr.ac.id/images/fototelkom/stk.jpg" alt=" " height="133" width="100" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Bidang Keahlian:&lt;br /&gt;Data Communication, IP Base&lt;br /&gt;Jabatan :&lt;br /&gt;Ka. PUSKOM Politeknik Caltex Riau&lt;br /&gt;Riwayat Pendidikan:&lt;br /&gt;D3 Teknik Telekomunikasi PENS-ITS&lt;br /&gt;D4 Teknologi Informasi PENS-ITS&lt;br /&gt;Pelatihan Profesional:&lt;br /&gt;Metodologi Pengajaran&lt;br /&gt;Workshop Machine Learning PENS-ITS&lt;br /&gt;Cisco Certified Networking Associate (CCNA)&lt;br /&gt;-CSCO 11354755&lt;br /&gt;Intructor CNAP Teknik Elektro UI Jakarta&lt;br /&gt;Mobile Communication &amp;amp; Telematika oleh Onno W. Purbo&lt;br /&gt;Pengalaman Kerja:&lt;br /&gt;Ka. PUSKOM 2007 - Sekarang&lt;br /&gt;Project Wireless PtP Gudang Panasonic di Pekanbaru&lt;br /&gt;Project IPTEL PT. Chevron Pacific Indonesia&lt;br /&gt;Project Training Staf Riau Pos. Net tentang Desain RT/RW-&lt;br /&gt;NET&lt;br /&gt;Penelitian:&lt;br /&gt;Implementasi Perangkat Keras MoDem Spread-&lt;br /&gt;Spectrum Teknik&lt;br /&gt;Hybrid untuk Modul Praktikum Komunikasi Terapan-&lt;br /&gt;AES 2002&lt;br /&gt;Implementasi SER (SIP Express Router) sebagai serverVoIP&lt;br /&gt;berbasis SIP pada Infrastuktur Jaringan di PCR - IES 2005&lt;br /&gt;Studi Analisis Pengukuran dan Performansi QoS&lt;br /&gt;dan Implementasinya pada Jaringan VoIP WAN - PDM&lt;br /&gt;Kopertis X&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;p&gt;Rizki Dian Rahayani, S.T&lt;/p&gt;&lt;p&gt;NIP: 058002&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt; &lt;img src="http://telekomunikasi.pcr.ac.id/images/fototelkom/uki.jpg" alt=" " height="138" width="93" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Bidang Keahlian:&lt;br /&gt;Signal Processing, Radio Planning&lt;br /&gt;Jabatan:&lt;br /&gt;Ka Lab Media Transmisi&lt;br /&gt;Ka Lab Bengkel Elkom&lt;br /&gt;Koord. Kerja Praktek Prodi Teknik Telekomunikasi&lt;br /&gt;Riwayat Pendidikan:&lt;br /&gt;S1, Teknik Elektro UNDIP&lt;br /&gt;Pelatihan Profesional :&lt;br /&gt;CDMA Training&lt;br /&gt;Pengalaman Kerja:&lt;br /&gt;Wajanbolic In House Training&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;p&gt;Arif Gunawan, S.T&lt;/p&gt;&lt;p&gt;NIP: 068110&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;img src="http://telekomunikasi.pcr.ac.id/images/fototelkom/agn.jpg" alt=" " height="144" width="95" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Bidang Keahlian:&lt;br /&gt;Electronic Communication System&lt;br /&gt;Jabatan:&lt;br /&gt;Ka Lab Radio&lt;br /&gt;Koord Proyek Akhir Prodi Teknik Telekomunikasi&lt;br /&gt;Riwayat Pendidikan:&lt;br /&gt;S1 Institut Teknologi Medan&lt;br /&gt;Pelatihan Profesional :&lt;br /&gt;Seminar Persatuan Penyiaran Sumatra Utara&lt;br /&gt;Pengalaman Kerja:&lt;br /&gt;Radio Prambors Jakarta - Engineer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;p&gt;Yuli Triani, AMd&lt;/p&gt;&lt;p&gt;NIP: 068206         &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt; &lt;img src="http://telekomunikasi.pcr.ac.id/images/fototelkom/yuli.jpg" alt=" " height="135" width="76" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Bidang Keahlian:&lt;br /&gt;Wireless Communication&lt;br /&gt;Jabatan :&lt;br /&gt;Ka. LAB Jaringan Telekomunikasi&lt;br /&gt;Riwayat Pendidikan :&lt;br /&gt;D3 Teknik Telekomunikasi PCR&lt;br /&gt;Pelatihan Profesional :&lt;br /&gt;Pelatihan Metodologi Pengajaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;p&gt;Emansa Hasri Putra, S.T&lt;/p&gt;&lt;p&gt;NIP: 017501 &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt; &lt;img src="http://telekomunikasi.pcr.ac.id/images/fototelkom/ehp.jpg" alt=" " height="125" width="90" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Bidang Keahlian:&lt;br /&gt;Data Communication&lt;br /&gt;Riwayat Pendidikan:&lt;br /&gt;S1 Teknik Elektro Universitas Sumatra utara&lt;br /&gt;S2 UTM (sedang berjalan)&lt;br /&gt;Pelatihan Profesional:&lt;br /&gt;Pelatihan Metodologi Pengajaran&lt;br /&gt;&lt;table border="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;p&gt;Fitri Amilia, S.T M.T&lt;/p&gt;&lt;p&gt;NIP: 077701 &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt; &lt;img src="http://telekomunikasi.pcr.ac.id/images/fototelkom/fit.jpg" alt=" " height="158" width="92" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Bidang Keahlian:&lt;br /&gt;Wireless Communication&lt;br /&gt;Jabatan:&lt;br /&gt;Wali Kelas TELKOM G6&lt;br /&gt;Riwayat Pendidikan:&lt;br /&gt;S2 Teknik Elektro ITS&lt;br /&gt;Pelatihan Profesional:&lt;br /&gt;Metodologi Penelitian&lt;br /&gt;Metodologi Pengajaran&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6626502445833622631-5456958904333748307?l=himatelpcr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himatelpcr.blogspot.com/feeds/5456958904333748307/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://himatelpcr.blogspot.com/2008/06/profil-staf-pengajar-teknik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6626502445833622631/posts/default/5456958904333748307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6626502445833622631/posts/default/5456958904333748307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himatelpcr.blogspot.com/2008/06/profil-staf-pengajar-teknik.html' title='Profil Staf Pengajar Teknik Telekomunikasi'/><author><name>HIMATEL AREA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11444130533225302160</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://bp0.blogger.com/_0XBkSTHyhXE/SGcdmD4zfDI/AAAAAAAAAFI/VkM0v0qsmPM/S220/telkom.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
